Skip to main content

Mendikbud Tetapkan Empat Pokok Kebijakan Pendidikan “Merdeka Belajar”




Jakarta, wartaloha.com, Kemendikbud --- Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, menetapkan empat program pokok kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar”. Program tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

“Empat program pokok kebijakan pendidikan tersebut akan menjadi arah pembelajaran kedepan yang fokus pada arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” demikian disampaikan Mendikbud pada peluncuran Empat Pokok Kebijakan Pendidikan “Merdeka Belajar”, di Jakarta, Rabu (11/12).

Arah kebijakan baru penyelenggaraan USBN, kata Mendikbud, pada tahun 2020 akan diterapkan dengan ujian yang diselenggarakan hanya oleh sekolah. Ujian tersebut dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yang dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya). “Dengan itu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa. Anggaran USBN sendiri dapat dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah, guna meningkatkan kualitas pembelajaran,” terang Mendikbud.

Selanjutnya, mengenai ujian UN, tahun 2020 merupakan pelaksanaan UN untuk terakhir kalinya. “Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter,” jelas Mendikbud.

Pelaksanaan ujian tersebut akan dilakukan oleh siswa yang berada di tengah jenjang sekolah (misalnya kelas 4, 8, 11), sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Hasil ujian ini tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya. “Arah kebijakan ini juga mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS,” tutur Mendikbud.

Sedangkan untuk penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Kemendikbud akan menyederhanakannya dengan memangkas beberapa komponen. Dalam kebijakan baru tersebut, guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP. Tiga komponen inti RPP terdiri dari tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen. “Penulisan RPP dilakukan dengan efisien dan efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri. Satu halaman saja cukup,” jelas Mendikbud.

Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), Kemendikbud tetap menggunakan sistem zonasi dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah. Komposisi PPDB jalur zonasi dapat menerima siswa minimal 50 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, dan jalur perpindahan maksimal 5 persen. Sedangkan untuk jalur prestasi atau sisa 0-30 persen lainnya disesuaikan dengan kondisi daerah. “Daerah berwenang menentukan proporsi final dan menetapkan wilayah zonasi,” ujar Mendikbud.

Mendikbud berharap pemerintah daerah dan pusat dapat bergerak bersama dalam memeratakan akses dan kualitas pendidikan “Pemerataan akses dan kualitas pendidikan perlu diiringi dengan inisiatif lainnya oleh pemerintah daerah, seperti redistribusi guru ke sekolah yang kekurangan guru,” pesan Mendikbud.

Pada kesempatan ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberikan apresiasi kepada Mendikbud atas gagasan “Merdeka Belajar”. “Kami mendukung inisiatif Kemendikbud mengangkat gagasan tersebut. Dengan kebijakan ini guru dapat lebih fokus pada pembelajaran siswa dan siswa pun bisa lebih banyak belajar. Mari kita semua bersikap terbuka dan optimis dalam menyongsong perubahan ini,” pungkas Menko PMK. *


Comments

Popular posts from this blog

Contoh:Tanya Jawab dan Ulang Janji, Pelantikan Anggota Baru dan Penegak Bantara Gerakan Pramuka

Tanya Jawab dan Ulang Janji Pelantikan calon Pramuka Penegak Gugus Depan 0407-0408 SMA N 1 Fatuleu Tahun 2018
Dengan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa pada Hari ini, Minggu 28 Oktober Tahun 2018, Atas Nama Gerakan Pramuka Gugus Depan 0407-0408 SMA N 1 FATULEU:
Pembina:
siap dan bersediakah adik-adik untuk dilantik menjadi calon Pramuka Penegak, serta bersediakah mengabdi tampa pamrih demi kemajuan gerakan pramuka Ambalan SMA NEGERI 1 Fatuleu?
Calon Penegak:
siap...bersedia

Baca Juga:
Ingin Membuat Website//blog punya Sendiri, Beli Domain Gratis dan Termurah di Domosquare.com
Pembina:
Sebelum pengucapan Janji dimohon kesediaan adik-adik menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
Pembina: Bersediakah adik-adik mengabdi dan berbakti kepada bangsa dan Negara indonesia
Calon penegak: siap Bersedia..!
Pembina: Siapakah adik -adik sekalian ikut serta dalam membangun masayarakat serta bertanggungjawab, berdisiplin ilmu dan berwatak Pancasila?
Calon Penegak: siap..bersedia
Pembina: Bersediakah adi…

10 Ciri-ciri Anak Sehat & Tanda-tanda Gangguan Kesehatan

Pernahkah anda tau, bahwa anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan usianya, dan sebaliknya anak mengalami ganguan kesehatan baik secara jasmani maupun mental. Anda sebagai orang tua harus mengetahui secara pasti berkaitan perkembangan dan pertumbuhan anak anda.
Oleh karena itu di bawah ini akan dijelaskan secara ringkas berkaitan dengan ciri-ciri anak sehat dengan tanda -tanda gangguan kesehatan pada anak
A.ciri-ciri anak sehat yaitu: 
1.Berat badan dan tinggi badan secara teratur 2.Tangkas gesit dan gembira 
3.Mata bersih dan bersinar
4.Nafsu makan baik serta bibir, lidah dan pernafasan tidak berbau 
5.Waktu istirahat secara teratur
 6.Kulit dan rambut bersih serta tidak kering 
7.Emosional

Baca Juga: Sebanyak 8946 Calon Peserta PPG Tahap 3 Sudah Konfirmasi

Baca Juga:Memilih Hukuman Fisik atau Tanpa Kekerasan Dalam Pendewasaan Anak Didik

Baca Juga:Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Taha 1 Prov. NTT 2019
B.Tanda-tanda gangguan kesehatan pada anak yaitu: 
1.lekas lelah dalam …

Contoh Soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP), CPNS Tahun 2019

Semoga Anda Sukses Lolos CPNS 2019
CONTOH SOAL TKP HOTS 1

1. Pagi ini seperti biasanya anda selalu sibuk dengan rutinitas di pekerjaan sebagai seorang customer service pada sebuah rumah sakit pemerintah. Ketika anda sedang asik bekerja datanglah seorang ibu-ibu tua yang ingin menanyakan prosedur penggunaan BPJS kesehatan untuk proses rawat inap anaknya yang sedang sakit dan membutuhkan perawatan secepatnya agar sakitnya tidak bertambah parah, Setelah anda menjelaskan panjang lebar dengan bahasa yang mudah dimengerti beberapa kali kepada sang ibu namun ternyata ibu tersebut tampak sangat kebingungan dan mengatakan bahwa dia tidak mengerti sama sekali dengan prosedur yang anda jelaskan, bagaimana sikap anda...

A. Menjelaskan secara pelan pelan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh ibunya agar dia tahu maksud dari apa yang anda jelaskan

B. Menjelaskan dengan sabar sembari mengajak sang ibu untuk tenang terlebih dahulu agar lebih fokus ketika anda menjelaskan, jika masih kebingungan anda …