Media Berwawasan dan Berbudaya

Wednesday, 23 October 2019

Vicky Salamor, Konser dan Kepedulian (Catatan Akhir Konser Amal Bersama Vicky Salamor)

| Wednesday, 23 October 2019


Penulis: Albertus Muda Atun, S.Ag
(Pengajar Agama Katolik di SMA Negeri 2 Nubatukan Lewoleba. Kab. Lembata-NTT)

Konser amal penggalangan dana pembangunan Gereja Katolik St. Arnoldus Janssen Waikomo-Lembata yang digagas Benediktus Lelaona yang kemudian didiskusikan bersama Herryanto Wijaya, Anton Da Costa Rao dan Petrus Bala Wukak, selanjutnya dirapatkan bersama Pastor Paroki, Ketua DPP dan para ketua lingkungan se-Paroki St. Arnoldus Janssen Waikomo-Lembata, pada 27 September 2019 akhirnya berbuah manis.

Meski tak mengantongi SK dari Pastor Paroki, panitia mulai melakukan planning (perencanaan) untuk mempersiapkan pertunjukkan akbar yang atas usulan para relawan dari komunitas Sanggar Alegra (Anak Lembata Gembira Ria), konser ini diberi tajuk: "Cinta Tania 4 Arnoldus Janssen". Panitia mulai bekerja. Tak ketinggalan para penggagas dan relawan. Semua bekerja bersama, sama-sama bekerja untuk  mempersiapkan konser amal yang hanya memiliki limit waktu 20 (dua puluh) hari menuju hari H.

Sebuah persiapan yang melelahkan. Namun semuanya dilaksanakan dengan semangat dan militansi yang luar biasa. Salah paham, nada suara tinggi bahkan marah kerap mewarnai proses mempersiapkan momen akbar tersebut. Namun satu hal yang sungguh menjadi roh dari kegiatan ini adalah bahwa penggagas, panitia, penasihat, para pengurus di lingkungan dan KBG juga para relawan bekerja dengan HATI untuk mensukseskan konser amal ini.

Penyanyi Negeri Rempa-Rempa

Musik sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kota Ambon. Itulah mengapa wilayah tersebut melahirkan sejumlah musisi hebat. Tidak hanya tingkat lokal, tetapi juga nasional dan internasional. Sebut saja Bram Atjeh, Glenn Fredly, Harvey Malaiholo, Broery Marantika, Helmi Pesolima, Joan Tanamal dan Melly Goeslow.

Vicky Salamor tentu bukan artis nasional, apalagi menyebut artis internasional. Ia artis lokal kota Ambon yang mulai booming dengan lagu-lagunya yang relevan dengan generasi milenial. Beberapa lagu yang kian dikenal masyarakat khususnya kaum muda hingga remaja dan anak-anak. Misalnya, Cinta Beda Agama dan Tania yang sedang populer di kalangan masyarakat Indonesia wilayah Timur dan Tengah.

Minggu, 20 Oktober 2019, baru-baru ini, Vicky Salamor pencipta sekaligus pelantun lagu 'Tania' membuat geger kota Lewoleba dengan penampilannya dalam konser amal pembangunan gereja Katolik St. Arnoldus Janssen Waikomo-Lembata, "Cinta Tania 4 Arnoldus Janssen". Vicky luar biasa. Tampil memukau masyarakat Lembata mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, dewasa hingga lansia di lapangan sepak bola, Misi lewoleba-Lembata.

Pria muda berbakat ini didatangkan untuk membantu umat paroki St. Arnoldus Janssen Waikomo dalam konser penggalangan dana amal pembangunan gereja paroki Waikomo. Vicky berhati seluas samudera dan memiliki cinta seluas lautan. Dalam pengamatan saya, uang untuk menopang karirnya sebagai penyanyi bukanlah yang utama. Ia berani datang ke Lembata karena Lembata memiliki daya tarik yang luar biasa yang dijuluki negeri 'Ikan Paus, negeri para petualang. Lebih utama dan terpenting adalah menggalang dana amal bagi  umat Waikomo untuk menyelesaikan pembangunan fisik gereja.

Mengapa harus Vicky, tidak yang lain? Tidak semua bisa didatangkan dalam memenuhi momen ini. Tentunya penggagas yang adalah pihak ketiga yang sedang menangani kelanjutan pembangunan fisik gereja Katolik Waikomo saat ini memandang bahwa penyanyi yang sedang hits, viral saat ini di kalangan milenial adalah Vicky Salamor. Maka, tak tanggung-tanggung Benediktus Lelaona pun menghubunginya setelah berdiskusi dan membentuk panitia konser.

Konser dan Kepedulian

Konser dapat dilakukan dalam berbagai bentuk seperti tari dan musik. Tari dan musik memiliki fungsi yang sangat universal, umum, mencakup semua dari berbagai latar belakang manusia. Musik memainkan fungsinya sebagai bahasa universal yang inklusif. Atas dasar ini, maka konser musik digelar untuk menggalang dana amal pembangunan gereja Katolik St. Arnoldus Janssen Waikomo.

Vicky Salamor yang sedang viralnya dengan lagu 'Cinta Beda Agama dan Tania' benar-benar membangkitkan rasa peduli para donatur yang peduli dengan pembangunan gereja Waikomo. Dana yang terkumpul merupakan sebuah wujud nyata kepedulian. Nilai kepedulian tentunya mendapatkan makna yang luhur. Apalagi jika kepedulian itu dilandasi oleh ketulusan hati dari yang memberi bukan karena intervensi atau paksaan.

Bagi saya kepedulian mesti dilihat dari dua sisi yakni kepedulian ke dalam, internal (ad intra) dan kepedulian ke luar, eksternal (ad extra). Pertama, kepedulian internal artinya sebagai umat paroki yang sedang membangun mesti lebih proaktif, respek, responsif menunjukkan kepedulian melalui menyumbang secara sukarela dengan membeli tiket tanpa harus menonton tetapi punya niat untuk berderma dan beramal.

Peduli internal juga berarti umat mesti bahu-membahu mengambil bagian, ikut berpartisipasi meski secara kepanitiaan tidak termasuk di dalamnya. Intinya, yang memiliki potensi, bakat dan talenta mestinya dengan sukarela disumbangkan untuk Tuhan tanpa mesti dicari, didekati atau diberitahu berulang-ulang karena semua yang ada dalam diri umat dan ada pada umat saat ini semata-mata merupakan anugerah, karunia dari Tuhan.

Kedua, kepedulian ke luar (eksternal) merupakan  bentuk partisipasi umat dalam membentuk relawan, komunitas, kelompok yang mau bekerja paruh waktu ( part time) maupun sepanjang hari (full time) sebagai bentuk persembahan diri kepada Sang Pencipta melalui tugas-tugas yang dipercayakan baik secara terstruktur maupun secara aksidental. Mengamati kondisi faktual yang telah dan sedang terjadi, kepedulian ke luar menjadi sangat tertantang ketika yang ikut ambil bagian hanya orang-orang tertentu yang memang punya hati untuk bekerja. Lalu yang lainnya?

Konser sudah selesai bukan berarti tanggung jawab kita juga berakhir. Sebagai umat Katolik dan kaum beriman juga secara lebih khusus umat paroki St. Arnoldus Janssen Waikomo, Tuhan masih dan terus menanti kepedulian, uluran tangan dan amal kita untuk pembangunan gereja. Ide, gagasan, tenaga, finansial juga keterlibatan adalah bagian dari yang dinanti-nantikan Tuhan. Jika Tuhan Allah terus bekerja untuk kehidupan kita, mengapa kita tidak sesekali waktu saja mau berkorban untuk Allah.

Apresiasi dan terima kasih pantas kita berikan untuk penggagas, sponsor dan donatur atas semua bantuan dan sumbangan yang sangat-sangat membantu umat Waikomo dalam menyelesaikan pembangunan fisik gereja St. Arnoldus Janssen Waikomo. Terima kasih artis muda milenial berbakat, Vicky Salamor untuk talenta dan suara emasmu sehingga mampu menggugah rasa dan kedalaman hati bening para donatur untuk peduli melalui sumbangan yang mencapai puluhan juta rupiah. Terima kasih untuk semua yang telah berpartisipasi.

Masih ada strategi lain yang mesti kita songsong dan laksanakan yakni aksi jalan santai pada bulan Januari dan Februari 2020. Gereja mungkin akan selesai tahun 2019 tetapi donasi dan derma kita dalam berbagai bentuk dan wajah selalu dan tetap dinantikan. Dibutuhkan keluasan hati dan kehalusan budi menghadapi semua sebagai bagian dari perwujudan iman kita. Iman yang dihayati dengan penuh omelan, keluhan tentu bukan iman yang sejati. Sebaliknya iman sejati mesti dihayati dengan tulus meski kita memberi dari kekurangan bahkan sesulit apa pun karena itulah pemberian dan kepedulian yang paling berarti.

Salam St. Arnoldus Janssen
Lembata, 23 Oktober 2019

Editor: Valentin

Related Posts