Media Berwawasan dan Berbudaya

Friday, 2 August 2019

Kondisi Gereja Tertua di Lengko Ajang, Hingga Kini Belum Ada Perbaikan

| Friday, 2 August 2019
Wartaloha.com-Kondisi  gereja tertua di lengko ajang, hingga kini belum ada perbaikan. Gereja Santa Theresia Lengko Ajang merupakan salah satu gereja tertua di Manggarai Raya, Nusa Tenggara Timur. Dibangun oleh seorang misionaris asal Jerman Wilhelmus Jansen pada 1927, gereja ini hampir mencapai usia yang ke seratus tahun. Kini, kondisi gereja bersejarah Santa Theresia Lengko Ajang sangat memprihatinkan. Usia bangunan yang sudah renta tak bisa menutupi kerusakan di setiap sudut bangunan gereja berdesain menyerupai bangunan gereja Eropa ini.

Gereja Santa Theresia Lengko Ajang

Oleh karena itu pihak gereja mengganti atap ijuk tersebut dengan sink secara permanen. Bangunan Gereja Lengko Ajang berbentuk neo gothic traditional, karena bentuk bangunannya bundar dan beratap runcing menyerupai bangunan gereja di Eropa.

Konstruksi kayu penopang atap pada atap candi utama menyerupai bentuk konstruksi pada rumah adat Manggarai (Mbaru Gendang) yang berbentuk sarang laba-laba atau disebut lodok lingko (model pembagian lahan secara tradisional Manggarai). Gereja Lengko Ajang memiliki lima buah candi dan masing-masing terdapat salib di atasnya.


Panjang bangunan gereja 25 m dan lebar 16m, sedangkan tinggi bangunan gereja pada candi utama di bagian tengah 18m. Selain mengunjungi Gereja, pengunjung bisa menyaksikan aktivitas masyarakat di sekitar Gereja seperti menenun secara tradisional dan mengerjakan kebun. www.nttprov.go.id

Sebenarnya sudah beberapa media lokal maupun nasional memberitakan kondisi gereja tertua tersebut. Kamis, 2/08/2019, Salah satu tokoh/masyarakat yang berasal dari Kec. Sambi rampas-Lengko Ajang, Emil Karmin menginformasikan kondisi Gereja Santa Theresia yang memprihatinkan tersebut di Akun Facebook miliknya. Banyak tanggapan yang muncul terkait dengan kondisi gereja tertua di lengko ajang. 

Wartaloha.com menghubungi Emil Karmin lewat akun facebook miliknya, terkait dengan kondisi gereja tersebut, Emil menyampaikan Gereja lengko ajang ada di kec. sambi rampas. Kondisi saat ini hanya menunggu waktu saja untuk jadi puing. Kalau tidak segera diselamatkan pasti anak cucu hanya dengar cerita kalau di lengko ajang pernah ada gereja indah peninggalan  belanda.
Sampai saat ini belum ada perhatian dari pemda. Harapan saya semoga pemda dan keuskupan punya kepedulian terhadap aset bersejarah ini, tegasnya. (VR)

Related Posts

No comments:

Post a Comment