Media Berwawasan dan Berbudaya


Monday, 10 June 2019

Reward Bagi Sekolah Berprestasi Ujian Nasional Jangan Diabaikan

| Monday, 10 June 2019




Penulis: Nikolaus Taman, S.Pd

Dalam perjuangan untuk mencapai sebuah kesuksesan, pengorbanan dan kesuksesan selalu merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Hampir dipastikan keduanya sudah terpola oleh hukum sebab akibat. Artinya kesuksesan selalu menjadi buah atau akibat dari pengorbanan atau sebaliknya. Namun hal ini tidak berlaku bagi prestasi dan reward atau penghargaan. Prestasi tidak otomatis melahirkan reward atau penghargaan. Ketika seseorang sukses melahirkan sebuah penemuan dalam suatu bidang tertentu, prestasi itu tidak selamanya diikuti pemberian penghargaan oleh pihak lain. Namun penemu mungkin sudah menemukan reward bagi diri sendiri berupa sebuah kepuasan namun tidak otomatis mengundang pihak lain memberi penghargaan tertentu sebagai bentuk pengakuan atas prestasi yang diraih.

Mendapatkan reward pihak lain memang sudah pasti bukan merupakan tujuan utama perjuangan kita karena setiap perjuangan terdorong oleh motivasi berbeda yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai. Terwujudnya tujuan tersebut bisa jadi merupakan reward berarti bagi kita. Ini berkaitan erat dengan prinsip atau nilai yang mendasari perjuangan. Namun perlu disadari bahwa penghargaan terhadap eksistensi dan kontribusibusi sosial kita dalam suatu bidang tertentu secara psikologis merupakan sebuah penguatan sekaligus sebagai wujud pengakuan sosial atas prestasi yang ditoreh. Adanya penghargaan atau reward menguatkan peluang terulangnya prestasi yang sama di masa akan datang. 

Apalagi jika prestasi tersebut melahirkan kebanggaan bagi banyak orang maka sangat pantas jika pihak berotoritas memberikan suatu bentuk penghargaan agar menjadi pemacu bagi yang bersangkutan dan pihak lain untuk mengukir prestasi serupa. Disinilah letak daya rangsangan psikologis sebuah penghargaan bagi peraih prestasi. Sekali lagi meskipun ini tidak menjadi tujuan pangkal perjuangan merebut prestasi.

Masih segar dalam ingatan kita yaitu sejak diberlakukannya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di NTT beberapa tahun terakhir, seolah setiap sekolah menjadi peserta lomba. Hal ini tampak pada peningkatan dan penurunan rerata nilai UN sejumlah sekolah baik berdasarkan perangkingan pada level kabupaten maupun provinsi. Ini menunjukan tingginya semangat berkompetitif antara sekolah untuk mengukir prestasi UN.

UN memang bukanlah satu-satunya indikator keberhasilan proses pendidikan di setiap satuan pendidikan karena masih ada aspek indikator penilaian lain yang tidak diabaikan dalam keseluruhan proses penilaian pendidikan itu sendiri, namun perlu diingat bahwa dalam konteks pendidikan di Indonesia, UN masih dipakai sebagai salah satu instrumen pengukur nasional untuk pengendalian mutu pendidikan di seluruh Indonesia. 

Hasil UN menjadi tolak ukur sejauh mana sebuah satuan pendidikan mampu menyelenggarakan proses pendidikan berdasarkan standar yang ditetapkan oleh BNSP (Badan Nasional Standar Pendidikan). Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa prestasi UN merupakan bukti konsistensi upaya sebuah satuan pendidikan dalam menyelenggarakan proses pendidikan sesuai dengan standar nasional. Dalam konteks inilah persentase nilai UN dapat menjadi barometer maju mundurnya peningkatan kualitas proses pendidikan di setiap daerah berdasarkan standar nasional.

Dalam kaitannya dengan fungsi UN sebagai alat ukur proses pendidikan berstandar nasional bagi seluruh daerah di Indonesia, sudah sepantasnya keberadaan pemerintah daerah kabupaten dan provinsi menjadi salah satu aktor penentu keberhasilan upaya peningkatan kualitas proses pendidikan di daerahnya.

Memberikan penghargaan bagi sekolah-sekolah berprestasi dalam UN merupakan salah satu wujud nyata perhatian pemerintah daerah untuk memacu semangat kompetitif antara sekolah dalam mengupayakan proses pendidikan sesuai dengan standar nasional. Ide ini tampak sederhana namun menurut hemat penulis adanya penghargaan dari pemerintah secara psikologis akan berdampak positif bagi lahirnya daya juang bagi setiap satuan pendidikan untuk setidaknya mengevaluasi proses penyelenggaran pendidikan demi peningkatan prestasi pada tahun ajaran selanjutnya.

Mengapa penting diberi penghargaan? UN secara yuridis dipakai sebagai alat pemetaan peningkatan mutu pendidikan secara nasional melalui Peraturan Pemerintah (PP) no 19 tahun 2005 tentang tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) pasal 66 ayat 1 bahwa penilain hasil belajar oleh pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan yang dilakukan dalam bentuk Ujian Nasional (UN). Jelas dalam landasan konstitusional ini bahwa UN tetap memainkan peran strategis sebagai instrumen evaluasi nasional terhadap hasil proses penyelenggaran pendidikan di seluruh daerah di Indonesia. Prestasi UN menjadi tolak ukur sejauh mana sebuah daerah baik kabupaten maupun provinsi telah mengupayakan proses penyelenggaraan berdasarkan standar yang berlaku nasional. Dalam hal inilah prestasi UN turut menjadi barometer kemajuan pembangunan suatu daerah.

Secara empiris banyak kajian penelitian oleh para praktisi pendidikan menunjukan beberapa manfaat UN secara akademis baik bagi guru maupun siswa itu sendiri yaitu:

a. Siswa belajar lebih giat.

b. Guru terdorong mengajar lebih profesional.

c. Kepala sekolah terdorong memperbaiki mutu  sekolah.

d. Orang tua terdorong lebih memperhatikan jam belajar anak.

e. Menjadi salah satu tolak ukur kemajuan pembangunan daerah terutama untuk sektor pendidikan.

Menyadari fungsi strategis UN bagi upaya peningkatan mutu pendidikan di tanah air, saatnya pemerintah terutama pemerintah daerah mengupayakan atmosfer lingkungan persaingan sehat antara sekolah yang salah satunya dengan memberi berbagai bentuk penghargaan bagi sekolah yang berhasil meraih nilai UN terbaik tiap tahun baik pada level kabupaten maupun provinsi. Ini dipandang penting karena sekolah yang berprestasi secara akademis telah ikut membantu meningkatkan indeks kemajuan pembangunan daerah melalui sektor pendidikan.Sehingga tidak salah jika pemerintah daerah perlu membuka mata memperhatikan sekolah yang berhasil memperjuangkan prestasi terbaik dalam UN tiap tahun. Karena secara moral prestasi tersebut tidak saja membesarkan nama sekolah yang bersangkutan tetapi daerah yang diwakilinya pada level nasional maupun daerah. Namun apa yang akan terjadi jika sekolah peraih prestasi UN selalu luput dari perhatian pemerintah? Bisa dipastikan lingkungan kompetitif untuk memperbaiki mutu pendidikan sesuai dengan standar nasional tidak akan terpelihara. Pada hal pemerintah adalah salah satu aktor kunci pengendalian mutu pembangunan pendidikan itu sendiri.

Sekali lagi REWARD bukanlah tujuan akhir perjuangang setiap satuan pendidikan mengejar peningkatan mutu namun REWARD dapat menjadi rangsangan mental juang untuk mengulangi atau mengejar sebuah prestasi. Terwujudnya prestasi akademik yang baik akan berdampak positif bagi peningkatan mutu SDM di suatu negara. SALAM BERDEMOKRASI

Editor: Valentine

Related Posts

No comments:

Post a Comment