Media Berwawasan dan Berbudaya

Monday, 22 April 2019

Adat "Teing Tinu" Budaya Manggarai

| Monday, 22 April 2019
Adat Teing Tinu Budaya Manggarai

Sebuah tradisi manggarai yang dilakukan oleh anak-anak terhadap orang tua yang masih hidup sebagai bentuk penghargaan dan balas budi. Adat Teing Tinu merupakan bentuk atau ucapan terimakasih karena orang tua telah melahirkan dan membesarkan anak-anak dengan penuh cinta dan kasih yang besar.

Acara ini umumnya dibuat pada saat orang tua sudah lanjut usia. Teing Tinu dapat dilakukan dalam dua kondisi, pertama kondisi normal. Dalam kondisi normal, anak-anak memiliki kesadaran untuk membuat upacara ini sebagai ungkapan rasa syukur atas segala kebaikan dan kasih yang telah di dicurahkan orang tua. Acara ini kental dengan suasana kegembiraan dan kebahagiaan. Orang Tua terlibat dalam kebahagian dan kegembiraan anak-anak.

Kedua, kondisi darurat (ruis haju rakang), artinya acara ini dibuat saat orang tua (ayah/ibu) sedang dalam kondisi kritis. Dalam acara ini acara Teing Tinu dilakukan hanya sebatas simbol karena yang bersangkutan sudah tidak sanggup lagi menyantap hidangan yang telah disediakan oleh anak- anaknya.

Tujuannya agar orang tua yang sedang  dalam kondisi kritis itu melihat dan merasakan bahwa anak- anaknya tahu bersyukur dan berterimakasih kepada orang tua yang telah membesarkan dan mendidik mereka dengan penuh kasih.

Gambar:Ensiklopedia Manggarai

Umumnya hewan yang disembelih pada acara Teing Tinu adalah ayam atau babi. Ayam disembelih melalui acara torok (doa khusus) yang intinya menyatakan syukur kepada Tuhan dan leluhur atas berkat dan rahmat yang dicurahkan orang tua kepada anak-anak. Selain itu, ada permohonan untuk menjaga dan melindungi serta mengaruniakan kesehatan yang baik pada orang tua. Sedangkan dalam kondisi kritis hanya berisi ucapan Terimakasih dan permohonan maaf dari anak-anak kepada orang tuanya.

Demikian gambaran singkat berkaitan dengan acara Teing Tinu yang sering dilakukan oleh orang manggarai. Sebagai warisan budaya yang terus dilestarikan oleh anak cucu, sehingga budaya ini terus dijaga dan di jalankan dengan baik. Maraknya budaya luar yang dipengaruhi oleh perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka sebagai generasi muda kita dituntut untuk mempertahan budaya TEING TINU.

Sumber: Ensiklopedia Manggarai  (hlm 1-2)/LKPN

Related Posts

No comments:

Post a Comment