Subscribe Here!

GURU " Jangan Takut Mendidik Siswa/Siswi"

By On March 09, 2019


Guru, “Jangan Takut Mendidik Siswa/Siswi”
Oleh: Flafianus Jeadun, S.Pd

Fenomena yang sering terjadi sekarang ini, sungguh menakutkan dan mengecewakan Profesi guru, hal tersebut dapat kita lihat dan mengamati dari permasalahan yang menimpa guru, contoh kasus seperti perkelahian antara murid dan guru, penghinaan guru oleh orang tua murid dan pengeroyokan guru oleh sekelompok masyarakat.  Fenomena tersebut, bukan permasalahan yang baru terjadi di Republik tercinta, akan tetapi memang sering terjadi, bahkan permasalahan tersebut seakan-akan tidak perlu di cari solusi untuk menyelesaikannya, karena kejadian yang biasa, ini anggapan oknum-oknum tertentu.

Dari peristiwa diatas, untuk anda yang berkecimpung di dunia pendidikan, khususnya profesi guru, masalah tersebut bukan masalah biasa, tetapi masalah yang sangat darurat yang perlu dicari titik permasalahannya, dengan tujuan untuk menjaga harkat dan martabat guru dan juga untuk menjamin perkembangan mental dan watak peserta didik dimasa yang akan datang.

Kemudian muncul pertanyaan, Siapakah yang bertanggungjawab terhadap masalah tersebut?, Apa yang salah dengan sistem pendidikan pendidikan kita?, sering kita nonton di media seperti tv, surat kabar, media online dan media lain, banyak pakar di dunia pendidikan dan bahkan para politisi turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ada yang berpendapat yang salah yaitu guru, ada juga masyarakat berpendapat bahwa, ada yang salah dengan sistem pendidikan di indonesia. Menteri Pendidikan republik indonesia sempat mengomentari masalah perkelahian guru honorer oleh salah satu murid sekolah menengah atas, “Guru harus introspeksi diri” tegas Muhajir Efendi menteri pendidikan republik indonesia dikutip salah satu media cetak beberapa bulan lalu, tahun 2019.
Mari kita istirahat sejenak terhadap permasalahan di atas, kembalikan fokus perhatian terhadap tugas dan fungsi anda sebagai guru. Guru merupakan salah satu komponen terpenting dalam pendidikan, dimana guru memegang peranan yang sangat vital dalam penyelenggaraan pendidikan formal pada khususnya. Demi terselenggaranya pendidikan yang baik, guru sebagai bagian didalamnya dituntut untuk memiliki kualifikasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah, serta menguasai kompetensi pedagogik, profesionalisme, kepribadian dan sosial seperti yang diatur dalam permendiknas, nomor 16 Tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru. Selain tuntutan tersebut, lebih jauh guru berkewajiban untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelaksana pendidikan tersebut dijelaskan dalam BAB XI Pasal 39 Ayat 2, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 20 Undang-undang Nomor 14 tahun 2003 Tentang Guru dan Dosen, serta Pasal 52, Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru Yakni:

1.      Merencanakan Pembelajaran
2.      Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu
3.      Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran
4.      Membimbing dan melatih peserta didik atau siswa
5.      Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
6.      Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang sesuai
7.      Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan,

Sedangkan Fungsi Guru yang terkandung dalam Pasal 20, undang-undang Nomor 14 Tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen, serta pasal 40 Ayat 2, undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional yakni:

1.      Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa
2.      Menjunjung tinggi peraturan dan peraturan dan perundang-undangan, hukum dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika
3.      Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis
4.      Memelihara komitmen serta profesional untuk meningkat mutu pendidikan
5.    Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Dari isi Permendikbud undang-undang Pendidikan Nasional, Undang-undang Guru dan Dosen, beberapa poin yang menarik serta fokus perhatian guru disamping tugas yang lainnya, yaitu tugas guru membimbing dan melatih peserta didik, menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis. Tugas yang diamanatkan kepada guru tersebut harus dijalankan dengan baik, guru semestinya,” jangan takut mendidik siswa, tetapi berani mengambil tindakan dan risiko dalam menjalankan tugas dan fungsinya”.

Dalam menjalankan tugas membimbing dan mendidik siswa, semestinya guru mengutamakan pendekatan persuasif, pendekatan sosiologis, pendekatan psikologis sesuai dengan karakteristik peserta didik. Guru semestinya mampu memahami kondisi sosiologis siswa, perkembangan sosial dan budaya masyarakat setempat contoh, mendidik siswa yang tinggal di daerah jawa, bali, Nusa Tenggara Barat dan daerah lain, sangat berbeda dengan mendidik siswa di daerah Nusa Tenggara Timur. Perbedaannya terletak pada kondisi sosiologis, budaya di daerah tersebut. Prinsip dasar tersebut harus mampu dilaksanakan oleh guru, khusus kepekaan sosial yang ada pada guru tersebut.
Mendidik bukan karena benci, marah, tetapi mendidik karena cinta, kasih dan sayang terhadap perkembangan peserta didik. Kondisi ini merupakan tugas mulia yang ada di pundak guru. Guru ditiru dan diguguh, apa yang lakukan guru pasti ditiru oleh peserta didik. Oleh karena itu profesionalisme dalam menjalankan tugas, salah satu faktor dan indikator keberhasilan seorang guru. Tidak hanya kemampuan pedagogik yang dimiliki guru, tetapi kemampuan dan kepekaan dalam mendidik siswa. Tolak ukur keberhasilan siswa dalam mendapatkan predikat nilai terbaik secara pengetahuan, tetapi jangan mengesampingkan perkembangan mental peserta didik, karena semuanya dijalankan secara bersamaan.

Dalam kurikulum 2013, pendidikan karakter harus dilaksanakan oleh lembaga pendidikan, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Implementasi pendidikan karakter dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, osis, PMR, UKS dan kegiatan olahraga. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membina mental peserta didik dalam menghadapi perkembangan dunia yang berubah begitu cepat. Kondisi ini juga mengantisipasi terhadap permasalahan yang sering menimpa guru.

Fenomena yang lain, penting juga diperhatikan guru dalam menjalankan tugas mendidik, misalnya guru sedang mengalami masalah dengan peserta didik (guru menampar siswa), kasus tersebut harus diselesaikan secara internal antara keduanya, serta jangan berlarut-larut dalam menyelesaikannya, karena akan berdampak jangka panjang. Sehingga terjadi saling melaporkan antara guru dan siswa. Apalagi siswa tersebut melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya, tanpa pertimbangan yang matang, kemudian orang tuanya datang melakukan tindakan yang tidak diinginkan kepada guru, Nah!,  kemudian guru melaporkan kepada pihak berwajib, maka yang terjadi adalah saling lapor melapor. Kalau demikian, kapan selesainya masalah tersebut?

Kesimpulan

Masalah-masalah diskriminasi terhadap guru, sesungguhnya tidak akan terjadi di Negara ini. Kalau semua komponen baik orang tua/wali peserta didik, guru, masyarakat, tokoh pendidikan, para pakar dan pemerintah, saling bahu membahu dan bertanggungjawab dalam mencerdaskan anak bangsa. Tugas guru sangat kompleks dan berat, untuk itu penting juga pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru honorer.
Guru dalam menjalankan tugas, tetap mengedepankan profesionalisme dengan baik, selalu melakukan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan masalah dengan siswa, kepekaan sosial penting juga dimiliki oleh guru. Memperhatikan kondisi dan perkembangan mental peserta didik. Menciptakan kondisi pembelajaran yang menarik, menyenangkan, kreatif dan inovatif sesuai perkembangan ilmu dan teknologi.
Guru semestinya tidak perlu takut mendidik siswa/peserta didik, karena mendidik merupakan salah satu tugas yang harus di tugaskan dan dengan harapan, dilaksanakan secara baik oleh profesi.  guru. Landasan hukum merupakan kekuatan guru dalam menjalankan tugas dan tanpa diskriminasi oleh pihak tertentu
Selamat bertugas Profesi Guru yang Mulia, Amal dan bakti, akan selalu dikenang sepanjang masa.

Contoh: Pendidikan Karakter (Pramuka)











Next
« Prev Post
Previous
Next Post »