Selamat datang di wartaloha**Semoga Bermanfaat** Terimakasih Atas Kunjungan Anda** Dengan Membaca Anda Dapat Menguasai Dunia** Senang Berkerjasama dengan Anda**Kontak Redaksi Wartaloha, HP:085239228098, flafianusjeadun188@gmail.com

Tuesday, 22 January 2019

Sejarah Singkat Gerakan Pramuka Indonesia

| Tuesday, 22 January 2019

Salam Pramuka!!!


Sejarah merupakan cermin bagi keadaan sekarang, sumber pemikiran dan pembelajaran dalam pengembangan tujuan-tujuan yang akan datang. Sejarah Singkat Gerakan Pramuka indonesia merupakan bukti sejarah perkembangan gerakan pramuka indonesia hingga sekarang.

Materi dalam tulisan Ini, sebenarnya bukan tulisan baru, tetapi untuk mengingatkan kembali memori anda berhubungan perkembangan pramuka di Negara indonesia tercinta.
Inilah sejarah singkat gerakan pramuka indonesia sebagai berikut:

1. Masa Hindia Belanda
a. Tahun 1908, Mayor Jenderal Robert Badan Powkanell melancarkan suatu gagasan tentang pendidikan luar sekolah untuk anak-anak inggris, dengan tujuan agar menjadi manusia inggris yang baik sesuai dengan keadaan dan kebutuhan Kerajaan Inggris Raya ketika itu;

b. Beliau menulis" Scouting For Boys" sebuah buku yang berisi pengalaman di alam terbuka bersama pramuka dan latihan-latihan yang di butuhkan pramuka;

c. Gagasan Boden Powell di nilai cemerlang dan sangat menarik sehingga banyak negara-negara lain mendirikan Kepanduan, diantaranya di negeri belanda dengan nama Padvinder atau padvinderij

d. Gagasan Kepanduan di bawa oleh belanda ke Indonesia yang pada masa itu merupakan daerah jajahan Hindia Belanda ( Nederlands OOst Indie), dengan mendirikan Nederlands Indischie Padvinders Vereeniging (NIPV) atau Persatuan Pandu-Pandu Hindia-belanda.

e. Pemimpin-pemimpin pergerakan nasional, mengambil gagasan Baden Powell dengan membentuk organisasi-organisasi Kepanduan yang bertujuan membentuk manusia indonesia yang baik yaitu sebagai kader pergerakan nasional. Pada saat itu mulailah bermunculan organisasi-organisasi Kepanduan diantaranya Javanse Padvinderij Organizatie ( JPO), Jong Java Padvindersrij (SIAP), Hizbul Wathan (HW) dan lain sebagainya. Pemerintah Hindia Belanda melarang penggunaan istilah Padvinder dan Padvinderij untuk organisasi Kepanduan di luar NIPV.

f. Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada Kongres Pemuda tanggal 28 oktober 1928, telah menjiwai gerakan Kepanduan nasional Indonesia untuk lebih bergerak maju.

g. Dengan meningkatkan kesadaran nasional Indonesia, maka timbullah niat untuk mempersatukan organisasi-organisasi Kepanduan. Pada tahun 1930 muncullah Kepanduan Bangsa indonesia (KBI), yang merupakan gabungan organisasi Kepanduan indonesische Padvinders Organizatie (INPO), Pandu Kesultanan (PK) dan Pandu Pemuda Sumatra (PPS). Pada tahun 1931 terbentuk federasi Kepanduan dengan nama persatuan antar Pandu-Pandu Indonesia (PAPI), yang kemudian berubah menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) Pada tahun 1939,

2. Masa Pendudukan Jepang
Pada masa pendudukan jepang (PD II, Penguasa Jepang melarang keberadaan organisasi Kepanduan. Tokoh-tokoh Kepanduan banyak yang masuk organisasi Seinendan, Keibodan dan pembela Tanah Air (PETA),

3. Masa Perang Kemerdekaan
Dengan diproklamasikan Kemerdekaan 17 Agustus 1945, bangsa indonesia bahu membahu mempertahan kemerdekaan. Seiring dengan itu, pada tanggal 28 Desember 1945 di surakarta berdiri pandu rakyat indonesia (PARI) sebagai satu-satunya organisasi Kepanduan di wilayah Republik indonesia.

4. Masa Pasca Perang Kemerdekaan Hingga Tahun 1961
a. Setelah pengakuan kedalaulatan NKRI, indonesia memasuki masa pemerintahan liberal. Sesuai dengan situasi pemerintahan tersebut, bermunculan kembali organisasi Kepanduan seperti HW, SIAP, Pandu islam Indonesia, Pandu Kristen, Pandu Katolik, KBI dan lain sebagainya.

b. Menjelang tahun 1961, Kepanduan Indonesia telah terpecah-pecah menjadi lebih dari 100 organisasi Kepanduan. Suatu keadaan yang melemahkan nilai persatuan dan gerakan Kepanduan Indonesia. Organisasi pada saat itu terdiri atas satu federal Kepanduan putra dan dua federasi Kepanduan putri yaitu:
1. ikatan pandu indonesia (IPINDO), 13 September 1951,
2. Persatuan organisasi Pandu putri indonesia (POPPINDO), 1954
3. Perserikatan Kepanduan Putri Indonesia,
selanjutnya, ketiga federasi tersebut melebur  menjadi satu federasi yaitu Persatuan Kepanduan Putri Indonesia (PERKINDO). Organisasi Kepanduan yang bergabung dalam organisasi ini hanya 60 dari 100 organisasi Kepanduan dengan 500.000 anggota. Disamping itu, sebagian dari 60 organisasi Kepanduan anggota perkindo dibawah organisasi politik atau organisasi masa yang satu sama lain berbeda paham dan prinsip.

c. untuk mengatasi keadaan yang kurang kondusif dalam gerakan Kepanduan perkindo membentuk panitia untuk memikirkan jalan keluarnya. Panitia menyimpulkan bahwa Kepanduan lemah dan terpecah-pecah, terpaku dalam cengkeraman gaya tradisional Kepanduan inggris. Hal ini disebabkan pendidikan yang diselenggarakan oleh gerakan Kepanduan Indonesia belum sesuai dengan keadaan dan kebutuhan bangsa dan masyarakat indonesia.

d. Kondisi lemah gerakan Kepanduan Indonesia dimanfaatkan oleh pihak komunis sebagai alasan untuk memaksa gerakan kepanduan indonesia menjadi gerakan pioneer muda seperti yang terdapat di negara-negara komunis.

e. Keinginan pihak komunis berhasil di tentang oleh kekuatan Pancasila dalam tubuh perkindo. Dengan bantuan perdana menteri Djuanda, tercapailah perjuangan mempersatukan organisasi Kepanduan Ke dalam satu wadah Gerakan Pramuka melalui keputusan Presiden RI NO. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka, pada tanggal 20 mei 1961 yang ditandatangani oleh Ir. Djuanda Selaku Pejabat Presiden RI, Saat itu presiden Soekarno sedang berkunjung ke NGERI Jepang.

5. Masa 1961-1999
Gerakan Kepanduan Indonesia memasuki Keadaan baru dengan nama Gerakan Praja Muda Karana atau Gerakan Pramuka, Kepres No. 238 Tahun 1961.
a. semua organisasi Kepanduan melebur kedalam gerakan pramuka menetapkan Pancasila sebagai Dasar Gerakan Pramuka.

b. Gerakan Pramuka adalah suatu perkumpulan yang berstatus Non-governmental (bukan badan pemerintah) yang berbentuk kesatuan. Gerakan Pramuka diselenggarakan menurut jalan aturan demokrasi dengan pengurus (Kwartir Nasional, Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, dan Kwartir ranting ) yang dipilih melalui musyawarah.

c. Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya badan di wilayah NKRI yang diperbolehkan menyelenggarakan kepramukaan bagai anak dan pemuda indonesia.

d. Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak dan pemuda indonesia dengan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan sebagaiman dirumuskan Baden Powell, yang pelaksanaanya di serasikan dengan kebutuhan, keadaan dan perkembangan bangsa dan masyarakat indonesia agar menjadi manusia yang baik dan anggota masyarakat yang berguna bagi pembangunan bangsa dan negara.

e. Dengan melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan keadaan di masing-masing wilayah di indonesia, ternyata gerakan pramuka mampu membawa perubahan dan dapat mengembangkan kegiatanya secara meluas dan perkembangan gerakan secara singkat di jelaskan semakin maju hingga ke desa-desa.

6. Masa 1999-sekarang
a. Perkembangan politik negara dan pemerintahan mengalami perubahan dengan adanya reformasi. Keadaan ini turut mempengaruhi perkembangan masyarakat secara menyeluruh

b. Untuk pertama kali pada Munas tahun 2003 di samarinda, pemilihan ketua Kwartir Nasional di laksanakan dengan sistem pemilihan oleh Kwartir Daerah.

c. Gerakan Pramuka keluar dari world Association Girls Guide & girls scout (WAGGGS)

d. Pencanangan Revitalisasi Gerakan Pramuka oleh Presiden RI selaku KaMabigus Tahun 2006 pada pembukaan jambore Nasional di Jatinangor, jawa barat

e. Disahkan Saka Wirakartika
f. Disahkan Undang-undang Gerakan Pramuka Nomor 12 Tahun 2010

Demikian sejarah singkat gerakan Pramuka, Semoga bermanfaat. Salam Pramuka!!!

Sumber: 2015; Buku Panduan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar, Kwartir Daerah NTT.





Related Posts