Skip to main content

Revisi Kompetensi Inti, Kurikulum 2013, Tingkat SMA (Permendikbud no. 21 tahun 2016)



STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

1.      DIMENSI SIKAP
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap: beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berkarakter,jujur, dan peduli, bertanggungjawab, pembelajarsejati sepanjang hayat, dan sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.


2.      DIMENSI PENGETAHUAN
Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berkenaan dengan: ilmu pengetahuan, teknologi,seni,budaya, dan humaniora.
Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, serta kawasan regional dan internasional.


3.      DIMENSI KETERAMPILAN
Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: kreatif,produktif,kritis, mandiri,kolaboratif, dan komunikatif melalui pendekatan ilmiah sebagai pengembangan dari yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri


KOMPETENSI INTI :
Kemampuan untuk mencapai SKL yang harus dimiliki siswa pada setiap tingkat kompetensi yang meliputi aspek kemampuan sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.

Revisi Kompetensi Inti untuk setiap Tingkat Kompetensi
Tingkat Pendidikan Menengah (Kelas X-XII SMA/MA/SMALB/PAKET C)
(Permendikbud no. 21 tahun 2016)

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif, dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara: efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif, dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan.

Contoh Kompetensi Inti:
KELAS
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN)
KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
X
3.      Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.      Menunjukkan keterampilan mengolah,menalar, dan menyaji secara: efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif, dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan




FAKTUAL
Pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

KONSEPTUAL
Terminologi/istilah dan klasifikasi, kategori, prinsip, generalisasi, teori, model, dan struktur yang digunakan terkait dengan pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

PROSEDURAL
 Pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang terkait dengan pengetahuan teknis, spesifik, algoritma, metode, dan kriteria untuk menentukan prosedur yang sesuai berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya, terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

METAKOGNITIF
Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam mempelajari pengetahuan teknis, detail, spesifik, kompleks, kontekstual dan kondisional berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.


PEMAHAMAN TAKSONOMI
§  Taksonomi dimaknai sebagai seperangkat prinsip klasifikasi atau struktur dan kategori ranah kemampuan tentang perilaku peserta didik yang terbagi ke dalam ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan.
§  Hasil belajar untuk pencapaian kompetensi lulusan, KI dan KD juga dirumuskan dalam taksonomi meliputi ranah/dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
§  Pembagian taksonomi hasil belajar dilakukan untuk mengukur perubahan perilaku peserta didik selama proses belajar sampai pada pencapaian hasil belajar yang dirumuskan dalam aspek perilaku (behaviour) dan terdapat pada IPK / tujuan pembelajaran.
§  Klasifikasi perilaku hasil belajar berdasarkan taksonomi Bloom disempurnakan oleh Anderson dan Krathwohl dikelompokan menjadi:
(1)   Sikap (affective) yaitu perilaku, emosi dan perasaan dalam bersikap dan merasa,
(2)   Pengetahuan (cognitive) yaitu kapabilitas intelektual dalam bentuk pengetahuan atau berpikir,
(3)   Keterampilan (psychomotor) yaitu keterampilan manual atau motorik dalam bentuk melakukan.



  

1.      KI – Ranah SIKAP


Tingkatan Sikap
Deskripsi
Menerima (accepting)nilai
Kesediaan menerima suatu nilai dan memberikan perhatian terhadap nilai tersebut
Menanggapi (responding)nilai
Kesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa puas dalam membicarakan nilai tersebut
Menghargai(valuing) nilai
Menganggap nilai tersebut baik; menyukai nilai tersebut; dan komitmen terhadap nilai tersebut
Menghayati (organizing/ internalizing)nilai
Memasukkan nilai tersebut sebagai bagian dari sistem nilai dirinya
Mengamalkan (characterizing/ actualizing)nilai
Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya dalam berpikir, berkata, berkomunikasi, dan bertindak (karakter)


2.      KI – Ranah PENGETAHUAN (Anderson)



DIMENSI PROSES KOGNITIF
C1 =   mengingat (remember), mengingat kembali pengetahuan dari memorinya.
C2 =   memahami (understand), mengkonstruksi makna dari pesan baik secara lisan, tulisan, dan grafis.
C3 =   menerapkan (apply), penggunaan prosedur dalam situasi yang diberikan atau situasi baru.
C4 =   menganalisis (analyse), penguraian materi ke dalam bagian-bagian dan bagaimana bagian-bagian itu saling berhubungan satu sama lain dalam keseluruhan struktur.
C5 =   mengevaluasi (evaluate) membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar.
C6 =   mengkreasi (create) menempatkan elemen-elemen secara bersamaan ke dalam bentuk modifikasi atau mengorganisasi elemen-elemen ke dalam pola baru (struktur baru).





HUBUNGAN DIMENSI PROSES KOGNITIF DAN DIMENSI PENGETAHUAN
No
Perkembangan Berfikir Taksonomi Bloom Revised Anderson
(Cognitive Process Dimension)
Bentuk Pengetahuan
(Knowledge Dimension)
Keterangan
1.
Mengingat (C1)
Pengetahuan Faktual
Lower Order Thinking Skills (LOTS)
2.
Memahami/Menginterprestasi prinsip (C2)
Pengetahuan Konseptual
3.
Menerapkan (C3)
Pengetahuan Prosedural
4.
Menganalisis (C4)
Pengetahuan Metakognitif
Higher Order Thinking Skills (HOTS)
5.
Mengevaluasi (C5)
6.
Mengkreasi(C6)



3.      KI – Ranah KETERAMPILAN



a.      Dimennsi keterampilan ABSTRAK (Dyer)
Kemampuan Belajar
Deskripsi
KA-1 = Mengamati
Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati
KA2 =    Menanya
Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, dan hipotetik)
KA-3 = Mengumpulkan informasi/mencoba/ mengolah
Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.
KA-4 = Menalar/mengasosiasi/mengolah informasi
Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta  kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan  yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber. 
KA-5 = Mengomunikasikan/ menyaji
Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multi media dan lain-lain.
KA-6 = Mencipta (creating)
Menghasilkan ide-ide, rancangan dan atau keputusan-keputusan baru.

b.      Dimennsi keterampilan KONGKRIT (Simpson dan Dave)
No.
Tingkatan Taksonomi
Dave
Uraian
Tingkatan Taksonomi Simpson
Uraian
1.
P1 = Imitasi
Menirukegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.
·   Persepsi
Menunjukkan perhatian untuk melakukan suatu gerakan.
·   Kesiapan

Menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan.
·   Meniru
Meniru gerakan secara terbimbing.
2.
P2 = Manipulasi
Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya diri dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.
Membiasakan gerakan    (mechanism)
Melakukan gerakan mekanistik.
3.
P3 = Presisi
Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.
Mahir(complex or overt response)
Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasi.
4.
P4 = Artikulasi
Keterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.
Menjadi gerakan alami(adaptation)
Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang sudah dikuasai sebelumnya.
5.
P5 = Naturalisasi
Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.
Menjadi tindakan orisinal(origination)
Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya.








RINCIAN GRADASI SIKAP, PENGETAHUAN,DAN KETERAMPILAN
Sikap
Pengetahuan
Keterampilan
Abstrak
Kongkret
(Krathwohl)
(Bloom)
(Dyers)
(Dave)
(Simpson)
Menerima
Mengingat
Mengamati
Imitasi
- Persepsi,
- Kesiapan,
- Meniru
merespon
Memahami
Menanya
Menghargai
Menerapkan
Mencoba
Manipulasi
Membiasakan
Menghayati
Menganalisis
Menalar
Presisi
Mahir
Mengamalkan
Mengevaluasi
Menyaji
Artikulasi
Alami

Mencipta
Mencipta
Naturalisasi
Orisinal






Ranah Sikap/APEKTIF (KRATHWOHL)

A-1
A-2
A-3
A-4
A-5
Menerima
Menanggapi
(Merespon)
Menghargai

Menghayati
(Mengorganisasikan)
Mengamalkan (Karakterisasi Menurut Nilai)
Memilih
Mempertanyakan
Mengikuti
Memberi
Menganut
Mematuhi
Meminati
Menjawab
Membantu
Mengajukan
Mengkompromikan
Menyenangi
Menyambut
Mendukung
Mendukung
Menyetujui
Menampilkan
Melaporkan
Memilih
Mengatakan
Memilah
Menolak

Mengasumsikan
Meyakini
Melengkapi
Meyakinkan
Memperjelas
Memprakarsai
Mengimani
Mengundang
Menggabungkan
Memperjelas
Mengusulkan
Menekankan
Menyumbang
Menganut
Mengubah
Menata
Mengklasifikasikan
Mengkombinasikan
Mempertahankan
Membangun
Membentuk pendapat
Memadukan
Mengelola
Menegosiasi
Merembuk
Mengubah prilaku
Berakhlak mulia
Mempengaruhi
Mendengarkan
Mengkualifikasi
Melayani
Menunjukkan
Membuktikan
memecahkan



Ranah Pengetahuan/COGNITIF (BLOOM)

(C1)
Mengingat
(C2)
Memahami
(C3)
Menerapkan
(C4)
Menganalisis
(C5)
Mengevaluasi
(C6)
Mencipta
Mengenali
Mengingat kembali
Membaca
Menyebutkan
Melafalkan/melafazkan
Menuliskan
Menghafal
Menjelaskan
Mengartikan
Menginterpretasikan
Menceritakan
Menampilkan
Memberi contoh
Merangkum
Menyimpulkan
Membandingkan
Mengklasifikasikan
Menunjukkan
Menguraikan
Membedakan
Mengidentifikasikan

Melaksanakan
Mengimplementasikan
Menggunakan
Mengonsepkan
Menentukan
Memproseskan


Mendiferensiasikan
Mengorganisasikan
Mengatribusikan
Mendiagnosis
Memerinci
Menelaah
Mendeteksi
Mengaitkan
Memecahkan
Menguraikan
Mengcek
Mengkritik
Membuktikan
Mempertahankan
Memvalidasi
Mendukung
Memproyeksikan

Membangun
Merencanakan
Memproduksi
Mengkombinasikan
Merangcang
Merekonstruksi
Membuat
Menciptakan
Mengabstraksi




Ranah keterampilan ABSTRAK (Dyer)
Kemampuan Belajar
Deskripsi
KA-1 = Mengamati
Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati
KA2 =    Menanya
Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, dan hipotetik)
KA-3 = Mengumpulkan informasi/mencoba/ mengolah
Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.
KA-4 = Menalar/mengasosiasi/ mengolah informasi
Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta  kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan  yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber. 
KA-5 = Mengomunikasikan/ menyaji
Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multi media dan lain-lain.
KA-6 = Mencipta (creating)
Menghasilkan ide-ide, rancangan dan atau keputusan-keputusan baru.



Ranah Keterampilan KONKRIT (DAVE)
P1
Imitasi
P2
Manipulasi
P3
Presisi
P4
Artikulasi
P5
Naturalisasi
o   Menyalin
o   Mengikuti
o   Mereplikasi
o   Mengulangi
o   mematuhi
o   Membuat
o   Membangun
o   Melakukan
o   Melaksanakan
o   Menerapkan

o   Menunjukan
o   Melengkapi
o   Menyempurnakan
o   Mengkalibrasi
o   Mengendalikan

o   Membangun
o   Mengatasi
o   Menggabungkan
o   Mengintegrasikan
o   Mengadaptasi
o   Mengembangkan
o   Merumuskan
o   Memodifikasi

o   Mendesain
o   Menentukan
o   Mengelola

o   Meniru

o   Menciptakan kembali
o   Menunjukan
o   Mengimplementasikan

o   Mendemonstrasikan
o   Mengontrol

o   Mengkonstruksikan
o   Memecahkan
o   Mengkombinasikan
o   Mengkoordinasikan
o   Memformulasi
o   Merancang
o   Menspesifikasi





DOMAIN PSIKOMOTORIK (DAVE)
No
Kategori
Deskripsi Perilaku
Contoh Aktivitas yang diukur
Kata Kerja
1
Imitasi(Imitation)
Meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat
Mengamati guru atau pelatih kemudian menirukannya: aktivitas proses.
o   Meniru,
o   mengikuti,
o   mereplikasi,
o   mengulangi,
2
Manipulasi(Manipulation)
Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya diri dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.
Melakukan tugas dari instruksi tertulis atau verbal
o  Menciptakan kembali,
o  membangun,
o  menunjukkan,
o  melaksanakan,
o  mengimplementasikan
3
Presisi(Precision)
Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.
Mempertunjukkan keahlian melaksanakan tugas atau aktivitas tanpa bantuan atau instruksi, mampu menunjukkan aktivitas
pada siswa lain.
o  Mendemonstrasikan,
o  melengkapi,
o  mempertunjukkan,
o  menyempurnakan,
o  mengkalibrasi,
o  mengontrol.
4
Artikulasi(Articulation)
Keterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.
Mengaitkan dan mengkombinasikan aktivitas untuk mengembangkan metoda
o  Mengkonstruksikan,
o  memecahkan,
o  mengkombinasikan,
o  mengkoordinasikan,
o  mengintgrasikan,
o  mengadaptasi,
o  mengembangkan,
o  memformulasi
5
Naturalisasi (Naturalization)
Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.
Mendefinisika tujuan, pendekatan dan strategi untuk melakukan aktivitas untuk keperluan
o  Merancang,
o  menspesifkasi,
o  mengelola,





Ranah Keterampilan KONKRIT(SIMPSON)
No.
Kategori
Penjelasan
Kata Kerja Kunci
1.
Persepsi
Menunjukkan perhatian untuk melakukan suatu gerakan
Contoh: menurunkan suhu AC saat merasa suhu ruangan panas

Mendeteksi, mempersiapkan diri, memilih, menghubungkan, menggambarkan, mengidentifikasi, mengisolasi, membedakan menyeleksi.
Kesiapan
Menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan.
Contoh: melakukan pekerjaan sesuai urutan, menerima kelebihan dan kekurangan seseorang.

Memulai, mengawali, memprakarsai, membantu, memperlihatkan mempersiapkan diri, menunjukkan, mendemonstrasikan
Meniru

Kemampuan untuk memulai ketrampilan yang kompleks dengan bantuan/ bimbingan dengan meniru dan uji coba.
Contoh: Mengikuti arahan dari instruktur.

Meniru, mentrasir, mengikuti, mencoba, mempraktekkan, mengerjakan, membuat, memperlihatkan, memasang, bereaksi, menanggapi.
2.
Membiasakan gerakan    (mechanism)

Melakukan gerakan mekanistik pada tingkat ketrampilan tahap yang lebih sulit. Melalui tahap ini diharapkan siswa akan terbiasa melakukan tugas rutinnya.
Contoh: menggunakan computer
Mengoperasikan, membangun, memasang, membongkar, memperbaiki, melaksanakan sesuai standar, mengerjakan, menggunakan, merakit, mengendalikan, mempercepat, memperlancar, mempertajam, menangani.

3.
Mahir (complex or overt response)

Gerakan kompleks dan termodifikasi dalam melakukan sesuatu, dimana hal ini terlihat dari kecepatan, ketepatan, efsiensi dan efektivitasnya. Semua tindakan dilakukan secara spontan, lancar, cepat, tanpa ragu.
Contoh: Keahlian bermain piano

Mengoperasikan, membangun, memasang, membongkar, memperbaiki, melaksanakan sesuai standar, mengerjakan, menggunakan, merakit, mengendalikan, mempercepat, memperlancar, mencampur, mempertajam, menangani, mngorganisir, membuat draft/sketsa, mengukur

4.
Menjadi gerakan alami (adaptation)

Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang sudah dikuasai sebelumnya
Contoh: Melakukan perubahan secara cepat dan tepat terhadap kejadian tak terduga tanpa merusak pola yang ada

Mengubah, mengadaptasikan, memvariasikan, merevisi, mengatur kembali, merancang kembali, memodifikasi
5.
Menjadi tindakan orisinal (origination)

Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya.
Contoh: membuat formula baru, inovasi, produk baru

Merancang, membangun, menciptakan, mendisain, memprakarsai, mengkombinasikan, membuat, menjadi pioneer




Adapun secara rinci silahkakn lihat pada tabel berikut ini :
Sikap
Pengetahuan
Keterampilan
Gradasi
Krathwohl
Bloom
Abstrak Dyers
Kongkret
Dave
Sympson
Menerima
Mengingat
Mengamati
Imitasi
·    Persepsi,
·    Kesiapan,
·    Maniru
1
Menjalankan
Memahami
Menanya
Manipulasi
Membiasakan
2
Menghargai
Menerapkan
Mencoba
Presisi
Mahir
3
Menghayati
Menganalisis
Menalar
Artikulasi
Alami
4
Mengamalkan
Mengevaluasi
Menyaji


5

Mencipta
Mencipta
Naturalisasi
Orisinil
6



CONTOH KOMPETENSI INTI :
KELAS
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN)
KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
X-XII
3.        Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.        Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan


CONTOH :
MAPEL FISIKA SMA/MA
KELAS X
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN)
KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.        Memahami(C2), menerapkan(C3), menganalisis(C4) pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

4.          Mengolah(KA3, P2), menalar(KA4, P3), dan menyaji(KA5 P4) dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan


KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR
3.1      Menjelaskan hakikat ilmu Fisika dan perannya dalam kehidupan, metode ilmiah, dan keselamatan kerja di laboratorium
4.1        Membuat prosedur kerja ilmiah dan keselamatan kerja misalnya pada pengukuran kalor
3.2      Menerapkan prinsip-prinsip pengukuran besaran fisis, ketepatan, ketelitian dan angka penting, serta notasi ilmiah
4.2        Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis berikut ketelitiannya dengan menggunakan peralatan dan teknik yang tepat serta mengikuti kaidah angka penting untuk suatu penyelidikan ilmiah

3.3      Menerapkan prinsip penjumlahan vektor sebidang (misalnya perpindahan)
4.3        Merancang percobaan untuk menentukan resultan vektor sebidang (misalnya perpindahan) beserta presentasi hasil dan makna fisisnya
3.4      Menganalisis besaran-besaran fisis pada gerak lurus dengan kecepatan konstan (tetap) dan gerak lurus dengan percepatan konstan (tetap) berikut penerapannya dalam kehidupan sehari-hari misalnya keselamatan lalu lintas
4.4        Menyajikan data dan grafik hasil percobaan gerak benda untuk menyelidiki karakteristik gerak lurus dengan kecepatan konstan (tetap) dan gerak lurus dengan percepatan konstan (tetap) berikut makna fisisnya
3.5      Menganalisis gerak parabola dengan menggunakan vektor, berikut makna fisisnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
4.5        Mempresentasikan data hasil percobaan gerak parabola dan makna fisisnya
3.6      Menganalisis besaran fisis pada gerak melingkar dengan laju konstan (tetap) dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

4.6        Melakukan percobaan berikut presentasi hasilnya tentang gerak melingkar, makna fisis dan pemanfaatannya
3.7      Menganalisis interaksi pada gaya serta hubungan antara gaya, massa dan gerak lurus benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
4.7        Melakukan percobaan berikut presentasi hasilnya terkait gaya serta hubungan gaya, massa dan percepatan dalam gerak lurus benda dengan menerapkan metode ilmiah
3.8      Menganalisis keteraturan gerak planet dan satelit dalam tatasurya berdasarkan hukum-hukum Newton
4.8        Menyajikan karya mengenai gerak satelit buatan yang mengorbit bumi, pemanfaatan dan dampak yang ditimbulkannya dari penelusuran berbagai sumber informasi
3.9      Menganalisis konsep energi, usaha (kerja), hubungan usaha (kerja) dan perubahan energi, hukum kekekalan energi, serta penerapannya dalam peristiwa sehari-hari
4.9        Menerapkan metode ilmiah untuk mengajukan gagasan penyelesaian masalah gerak dalam kehidupan sehari-hari, yang berkaitan dengan konsep energi, usaha (kerja) dan hukum kekekalan energi
3.10   Menerapkan konsep momentum dan impuls, serta hukum kekekalan momentum dalam kehidupan sehari-hari
4.10     Menyajikan hasil pengujian penerapan hukum kekekalan momentum, misalnya bola jatuh bebas ke lantai dan roket sederhana
3.11   Menganalisis hubungan antara gaya dan getaran dalam kehidupan sehari-hari
4.11     Melakukan percobaan getaran harmonis pada ayunan sederhana dan/atau getaran pegas berikut presentasi hasil percobaan serta makna fisisnya






Rangkuman KKO berdasarkan Taksonomi Anderson dan Kratwohl
(C1)
Mengingat
(C2)
Memahami
(C3)
Menerapkan
(C4)
Menganalisis
(C5)
Mengevaluasi
(C6)
Mencipta
Mengenali
Mengingat kembali
Mengambil
Mengidentifikasi
Menafsirkan
Mengklasifikasi
Memparafrase
Mempresentasi
Menerjemahkan
Mencontohkan
Mengilustrasikan
Memberi contoh
Mengklasifikasi
Mengkategori
Mengelompokkan
Merangkum
Mengabtraksi
Mengeneralisasi
Menyimpulkan
Menyarikan
Mengekstrapolasi
Menginterpolasi
memprediksi
Membandingkan
Mengontraskan
Memetakan
Mencocokkan
Menjelaskan
Menerapkan
Melaksanakan
Mengimplementasikan
Menggunakan



Membedakan
Menyendirikan
Memilah
Mengoganisasi
Menemukan koherensi
Memadukan
Membuat grs besar
Mendeskripsikan peran
Menstrukturkan
Mengatribusikan
Mendekontruksi
Memeriksa
Mengkoordinasi
Mendeteksi
Memonitor
Menguji
Mengkritik
Menilai


Merumuskan
Membuat hipotesis
Merencanakan
Mendesain
Memproduksi
Mengontruksi

Comments

Popular posts from this blog

Pelantikan Pengurus Osis dan Pengurus MPK SMA NEGERI 1 FATULEU Tahun 2018

Oelmasi-wartaloha. com. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Fatuleu Telah melantik Pengurus Osis periode 2018-2019. Pelantikan berlansung pada hari Senin, 24 September 2018, dilapangan SMA Negeri 1 Fatuleu. 
Upacara pelantikan dibuka oleh kepala sekolah SMA N 1 Fatuleu, dalam sambutannya, Drs. Ambrosius Pan menyatakan,  "Osis merupakan organisasi yang ada di sekolah ini, sehingga saya berharap badan pengurus Osis yang baru bisa menjalankan tugas dengan baik secara kronologis dan sinkron dengan semua program yang ada di sekolah dan juga program Osis harus bisa membawa perubahan bagi perkembangan sekolah kita dan ditularkan dengan baik. Pada kesempatan ini juga saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada  pengurus Osis yang lama yang telah melaksanakan tugas dengan baik, walaupun masih ada kekurangan dalam menjalankan tugas selama ini terutama berkaitan dengan eksistensi kita di tingkat propinsi", ujar Kepala Sekolah.
Pada kesempatan yang sama juga ketua Osis terpilih Emanuel Yudi…

Apakah Anda Belum Mahir Menjadi Pembina PRAMUKA?, Mungkin Ini solusinnya!

Kurikulum 2013 mewajibkan Kegiatan pramuka diseluruh sekolah di tanah air. Pramuka menjadi kegiatan ekstra kurikuler wajib yang harus dilaksanakan disetiap sekolah mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas/Madrasah bahkan sampai Perguruan tinggi, kebijakan tersebut tertuang dalam
Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961 berbunyi: bahwa Gerakan Pramuka sebagai kelanjutan dan Pembaharuan Gerakan Kecanduan Nasional serta bertanggungjawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang di topang oleh empat Pilar wawasan Kebangsaan, yaitu
1. Ideologi Pancasila
2. Undang-Udang Dasar 19945
3. Bhineka Tunggal Ika
4. Negara Kesatuan Republik Indonesia
Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka Menyelenggarakan Pendidikan kaum Muda Sebagai kaderisasi Kepemimpinan Masa depan bangsa dan negara.
Untuk memperjelas arah dan eksistensi Gerakan Pramuka di indonesia, maka dibentuk Undang-undang Gerakan Pramuka Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka adalah organisasi yang menyel…

Dinamika Pemilihan Ketua Osis SMA NEGERI 1 FATULEU Tahun 2018, Berlansung Alot, layaknya Pemilihan Umum

Oelmasi, wartaloha.com- SMA Negeri 1 Fatuleu telah memilih Ketua Osis yang baru, Jumat, 14 September tahun 2018, berlansung di Aula SMA NEGERI 1 FATULEU, mulai pukul 10.00 WIT hingga pukul 15.00 WIT.

Sejumlah pesertadidik serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, pembina Osis, Pembina Pramuka SMA NEGERI 1 FATULEU turut hadir dalam Rapat Umum Anggota  (RUA), untuk memilih Ketua Osis periode 2018/2019. Dalam Arahan Kepala Sekolah SMA NEGER1 1 FATULEU, Drs. Ambrosius Pan  mengatakan;

"Pesan saya, yang menjadi calon Ketua Osis harus prestasi secara akademik serta memiliki sikap dan prilaku yang baik dan saya juga mengucapkan terimakasih untuk Ketua Osis periode 2017/2018, yang telah melaksanakan tugas dengan baik".

OSIS merupakan organisasi tingkat sekolah yang tujuannya mengasah kemampuan dan bakat yang dimiliki siswa, sehingga menjadi siswa yang berkarakter dan mampu berorganisasi dengan baik. 
SMA Negeri 1 Fatuleu, melaksanakan pemil…