Tuesday, 29 January 2019

Menulis Adalah Cara Praktis Memberikan Informasi



MENULIS ADALAH CARA PRAKTIS MEMBERIKAN INFORMASI




Salah satu tujuan dari komunikasi adalah melalui tulisan. Menurut Pranoto (2004; 9) Menulis berarti menuangkan buah pikiran kedalam bentuk tulisan atau menceritakan sesuatu kepada orang lain melalui tulisan. Menulis juga dapat diartikan sebagai ungkapan atau ekspresi perasaan yang dituangkan dalam bentuk tulisan. 

Ada beberapa alasan mengapa seseorang itu mau menulis?, diantaranya menulis ide/pemikiran juga bisa membantu orang lain menambah wawasan, menulis untuk menenangkan hati dan pikiran akibat masalah yang dihadapi  atau dengan kata lain menulis untuk menghilangkan stres, menulis untuk mengisi waktu luang, menulis untuk mencari uang sebagai bentuk kerja ,menulis untuk menjadi terkenal, menulis sebagai media sosial, menulis juga merupakan sarana komunikasi, menulis untuk merekam sejarah, menulis karena tuntutan pekerjaan ,menulis karena hobi, dan menulis karena panggilan. Semua alasan tersebut adalah bentuk penguatan  dalam menulis atau menciptakan sebuah tulisan yang menarik dan menambah wawasan


Menulis adalah suatu kegiatan  menuangkan pikiran, gagasan, dan perasaan  seseorang  yang diungkapkan dalam bahasa tulis. Menulis juga merupakan kegiatan untuk menyampaikan gagasan kepada pembaca dalam bahasa tulis agar bisa dipahami oleh pembaca. Sehingga bila seseorang  boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menurut  Stephen King seorang penulis dari Amerika, mengatakan bahwa , 

“Menulis adalah mencipta, dalam penciptaan seseorang mengarahkan tidak hanya semua pengetahuan, daya, dan kemampuannya saja, tetapi ia sertakan seluruh jiwa dan nafas hidupnya”. 

Dengan kata lain, melalui proses menulis kita dapat berkomunikasi secara tidak langsung. Sebagian orang menganggap bahwa pekerjaan menulis  itu berat dan membosankan. Pendapat itu tentu bukan tanpa alasan dikarenakan, salah satu faktor adalah tidak memiliki waktu mungkin sibuk bekerja, dan faktor lain karena pada umumnya mereka bingung harus menulis apa dan untuk apa tulisan yang dihasilkannya. Memang jika kita menulis tanpa tujuan, tentu hasilnya akan sulit dan dijamin hambar dan tidak bernilai. Menurut syafie’ie (1988-52), tujuan menulis adalah mengubah keyakinan pembaca, menambahkan pemahaman  sesuatu terhadap pembaca, merangsang proses berpikir pembaca, menyenangkan atau menghibur pembaca,memberitahu pembaca dan memotivasi pembaca. Sehingga dengan demikian,menulis bukan hanya memberikan informasi tetapi juga dapat memberikan pendidikan, karena pada saat membaca seorang juga sudah mendapatkan pengetahuan ,kecerdasan terus diasah, sehingga dapat menentukan  perilaku seseorang dan juga dapat menghibur pembaca dengan tulisan-tulisan atau bacaan –bacaan lucu untuk menghapus ketegangan setelah seharian sibuk beraktivitas
 
           Menulis sebenarnya adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan,apabila jika dilakukan  dengan sepenuh hati.Oleh sebab itu ada juga orang yang menganjurkan  agar “menulis dengan hati”sehingga tulisan yang dihasilkan juga mengalir dan lancar tanpa hambatan..Tulisan yang baik biasanya juga dihasilkan dari penulis yang menulis dengan iklas, tanpa beban dan mempunyai pengetahuan  yang baik    Sehingga jika  menulis bukan hanya  suatu bentuk berpikir, tetapi justru berpikir bagi membaca tertentu dan bagi waktu tertentu. Salah satu tugas terpenting sang penulis adalah menguasai prinsip-prinsip menulis dan berpikir, yang akan dapat menolongnya mencapai maksud dan tujuannya. Yang paling penting di antara prinsip-prinsip yang dimaksudkan itu adalah penemuan, susunan, dan gaya. Secara singkat belajar menulis adalah belajar berpikir dalam/dengan cara tertentu (Angelo, 1980:5).

Ketika kita menulis berarti kita sudah menginformasikan segala sesuatu baik itu fakta maupun pendapat atau opini kepada pembaca sehingga memperoleh pengetahuan dan pemahaman baru tentang berbagai hal yang dapat maupun yang terjadi  di muka bumi. Menulis juga membawa pembaca pada cara menentukan sikap, apakah menyetujui atau mendukung yang dikemukakannya sehingga dengan demikian penulis  harus membujuk dan meyakinkan pembaca dengan menggunakan gaya bahasa yang persuasif supaya penulis mampu menyajikan dengan gaya bahasa yang menarik ,akrab, bersahabat, dan muda dicerna.   

Tarigan (2008: 22) mengemukakan,“ Pada prinsipnya fungsi utama dari suatu tulisan adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung”. Menulis sangat penting bagi dunia pendidikan karena memudahkan para pelajar berfikir, juga dapat membantu kita berfikir secara aktif dan kritis. Juga dapat memudahkan kita merasakan dan menikmati hubungan-hubungan, memperdalam daya tangkap atau persepsi kita, memecahkan permasalahan yang kita hadapi, menyusun urutan bagi pengalaman. Tulisan dapat membantu kita menjelaskan pikiran-pikiran kita, tidak jarang kita menemui apa yang sebenarnya kita pikirkan dan rasakan mengenai orang-orang, gagasan-gagasan, masalah-masalah dan kejadian-kejadian hanya dalam proses menulis yang aktual.
 
Sehingga dengan demikian, menulis adalah suatu  kegiatan  menuangkan pikiran, gagasan, dan perasaan  seseorang  yang diungkapkan dalam bahasa tulis maka menulis adalah bekerja suatu pekerjaan yang mendidik bukan hanya menghibur serta dapat memberikan suatu informasi baru kepada pembaca  dan menulis merupakan keabadian atau kekekalan  karena dengan menulis suara kita takkan padam di telan angin, akan abadi, sampai jauh bukan saat ini namun  di kemudian hari seperti yang dikatakan Seorang penulis terkenal Pramoedya Ananta Toer”karena Kau menulis, Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”, sehingga dengan sendirinya pembaca mendapatkan  pengetahuan baru.

Kesimpulannya menulis dengan baik dan bermanfaat bagi banyak orang yang membaca hasil tulisan kita, merupakan kegiatan yang perlu ditekuni bukan hanya sekedar hobi, tetapi juga memberikan pengetahuan dan informasi baru  kepada orang yang membutuhkan. Semoga bermanfaat!


 Penulis: Guru SMA N 1 Fatuleu



EmoticonEmoticon