Sunday, 13 January 2019

Guru Tidak Boleh Marah Ketika Di Nilai Oleh Siswa


Salam Inspirasi!!!

Guru Tidak Boleh Marah Kalau Di Nilai Oleh Siswanya

Pada Kesempatan ini saya akan membahas topik tersebut diatas, karena banyak fakta terjadi sekarang, dari sekian banyak guru di republik, ada juga oknum guru marah kalau siswa menilainya cara mengajar atau model yang dipakainya dalam proses pembelajaran di kelas, yang hasilnya tidak memuaskan oleh sebagaian siswa. 

Tulisan ini bukan hasil penelitian, tetapi opini atau pendapat dan hasil pengamatan penulis. Penting sekali di kupas tuntas tentang fenomena yang terjadi disekolah untuk perubahan paradigma guru khususnya, dalam proses pembelajaran di kelas.

Guru adalah ujung tombak pembangunan manusia dalam Mencerdaskan generasi bangsa ini supaya mampu menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang semakin moderen. Tuntutan dan tanggung jawab yang dipercayakan ini, guru semestinya  memiliki wawasan yang luas khusunya dalam memahami karakteristik peserta didik di sekolah, tempatnya mengajar.

Tugas Guru mendidik, mengajar, melatih dan tugas lainya, merupakan tugas sangat kompleks yang harus di laksanakan di sekolah. Paradigma guru dalam mengajar semestinya mengedepan model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga materi pembelajaran yang ditransferkan kepada siswa benar-benar dipahami dan dimengerti oleh peserta didik.

Dalam kurikulum 2013 Sudah ada format penilaian siswa terhadap guru begitu pun sebaliknya guru juga menilai siswa secara detail. Tetapi setelah direvisi format penilaian tersebut sudah tidak dipakai lagi. Implementasi kurikulum 2013 disetiap sekolah hampir seluruhnya sudah melaksanakan kurikulum 2013. Tetapi sejauh mana hasil yang dicapai selama ini. Apakah sudah menciptakan output generasi yang cerdas dan siap menghadapi tantangan zaman?, Penulis tidak memiliki data tentang hal tersebut

Apa Keuntungan ketika guru memberikan kebebasan siswa dalam hal menilai cara mengajarinya? 

Guru kemungkinan tidak bisa memahami apakah cara mengajarnya di kelas sudah baik dan sudah sesuai kurikulum 2013. Perangkap mengajar yang dipakai oleh guru mungkin sesuai dengan standar isi dan Standar  proses pembelajaran. Akan tetapi ada sisi lain yang harus dinilai oleh siswa. Guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk menilai cara mengajarnya merupakan langkah yang tepat untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan kemajuan guru dalam mengajar.

Cara menilai mungkin secara kualitatif, misalnya hasil pengamatan siswa dalam proses pembelajaran. Guru memberikan format penilaian untuk dinilai oleh siswa, Kemudian diakhir bulan atau dalam satu semester kumpulkan hasil penilaian tersebut untuk di tindak lanjuti. Hasil penilaian merupakan bahan evaluasi guru dan refleksi untuk perubahan dari cara mengajar sesuai dengan hasil penilaian tersebut.

Guru Tidak Boleh Marah terhadap hasil penilaian siswa, kemudian mendikte siswa tersebut bahkan nilanya di kurangi bahkan ada siswa yang tidak lulus dalam satu semester berjalan. Ironisnya siswa banyak siswa yang tidak naik kelas, akibat terlalu lancang menilainya gurunya. Kalau seperti ini terjadi, maka dapat simpulkan bahawa guru belum membuka diri. 

Guru dan siswa sama-sama mengalami proses belajar, apalagi di esra perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin maju. Hampir seluruh siswa sekarang selalu memiliki handphone yang sudah akses internet. Kemungkinan siswa dapat mengetahui dengan cepat materi pembelajaran yang diajarkan guru. Oleh karena itu guru tidak boleh melek teknologi tetapi harus sesuai tuntutan zaman. Peranan guru hanya sebagai motivator dalm proses pembelajaran, sehingga memberikan peluang kepada siswa untuk mengasah kemampuannya dalam memahami materi yang diberikan oleh gurunya.

Kesimpulan adalah guru semestinya membuka diri kepada siswa. Guru Tidak Boleh Marah Kalau cara mengajarnya dinilai oleh siswa. Karena semakin guru membuka diri maka siswa bukanlah objek dari pembelajaran tetapi siswa juga sebagai subjek dari proses pembelajaran. Baik guru maupun siswa saling menilai.




EmoticonEmoticon