Skip to main content

Kado Ulang Tahun Propinsi NTT "Terimakasih Pahlawanku" Tahun 2006

Terimkasih Pahlawan-ku.

Hanya itu yang dapat kami ucapkan bila mengenang jasa-jasamu tatkala berjuang merebut kemerdekaan Bangsa Indonesia dari tangan kaum penjajahan. Perjuangan tampa pamrih, jiwa raga kau korbankan demi satu tujuan yang mulia Kemerdekaan bangsa indonesia. Kemerdekaan menentukan nasib sendiri, kemerdekaan seluruh rakyat indonesia.

Pahlawan-kun.....Perjuanganmu, pengorbanan dan karyanmu membuka cakrawala kami. Dari sana kami temukan identitas dan kepribadian kami, Pahlawan-ku kami bersyukur memiliki, kami banga padamu. Karya dan PerjuanganMu akan kami lanjutkan, sebab sesungguhnya perjuangan itu belum berakhir. Bila di jamanmu, perjuangan melawan kaum penjajah maka perjuangan dan pergumulan kami saat ini melawan berbagai persoalan bangsa. Krisis ekonomi yang berkepanjangan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, persoalan kemiskinan, rawan pangan, rawan daya beli, bencana kemanusiaan yang sepertinya akrab dengan bangsa kami dan masih banyak persoalan yang harus kami hadapi.
Tapi keyakinan kami bulat bahwa semangat juang pantang menyerah yang kau torehkan dahulu melekat erat dalam semangat kami saat ini untuk terus berjuang keluar dari berbagai persoalan bangsa.

Kendatipun perjuangan yang kami lanjutkan masih terdapat kekurangan disana sini, namun kami sadar sepenuhnya bahwa tampa landasan yang kokoh yang telah kau landasan maka kami tidak akan menjadi "besar" seperti saat ini. Perjuangan yang kau titipkan kepada anak cucu bangsa indonesia ini bermuara pada satu tujuan akhir, rakyat indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Sebagai bangsa yang besar, meneladani sosok kepahlawanan merupakan keharusan. Karena kita menikmati iklim kebebasan saat ini semata-mata karena perjuangan mereka. Terlalu mahal nilai perjuangan yang dikorbankan para pahlawan,  bajakan tak dapat diukur dengan nilai materi, nilai perjuangan itu harus terus dihargai dan dilestarikan, dengan terus berbuat yang terbaik bagi sesama, bangsa dan negara. Oleh karena itu terlalu berlebihan jika diera kemerdekaan ini kita masih terbelenggu oleh sikap-sikap yang mengkerdilkan diri, bahkan memarginalkan diri karena hanya mematahkan semangat patriotisme yang telah ditanamka. "Miskin benda tidak seharusnya miskin harga diri", kata mantan gubernur NTT, Almarhum Piet A, Tallo.

Jika perjuangan para pahlawan dahulu melawan kaum penjajah yang lebih bersifat fisik dan politis maka saat ini perjuangan lebih psikologis" stigmatisasi kondisi masyarakat" . Persoalan kemiskinan dan berbagai persoalan lainya harus dapat kita perangi bersama. Sebuah sesungguh daerah kita kaya kan berbagai potensi. Perasaan puas dengan berbagai bantuan yang diterima, hanya kan menimbulkan sikap pasif, terasing, rendah diri yang akhirnya terpola menjadi budaya kemiskinan. Jebakan psikologis ini melemahkan moral dan daya juang bagi penduduk yang sedang giat berjuang  dan berusaha keluar dari berbagai pergumulan hidup.

Tanggal 10  november diperingati oleh segenap bangsa indonesia sebagai hari pahlawan. Setiap kita memperingatinya, bangsa indonesia terus diingatkan akan jasa-jasa para pahlawan yang  yang dulunya berjuang melawan penjajah. Di pundak mereka terpikul tanggung jawab mulia menghantarkan rakyat indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan. Oleh karena itu kita harus mengenal sosok pahlawan akan semakin menyakinkan kita tentang pelajaran yang harus diwariskan kepada generasi penerus bangsa. 

Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono selaku Dewan Tata Kehormatan, di Istana Negara Kamis, (9/11) menganugrahkan gelar pahlawan dan Tanda Kehormatan kepada salah satu Putera NTT, IZAAC HURU DOKO (IH DOKO), gelar yang diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor: 085/Tahun 2006 tertanggal 3 November 2006 itu berdasarkan hasil kajian dan riwayat hidup serta perjuangan IH DOKO. Dengan ditetapkannya IH DOKO sebagai pahlawan Nasional maka NTT sudah memiliki seorang pahlawan yang patut dijadikan panutan dalam mengisi pembangunan bangsa dan negara ini.

Gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan diberikan kepada IH DOKO karena Badan Pertimbangan Perintis Kemerdekaan (BPPK) tingkat pusat menilai putera NTT ini lebih layak ditetapkan sebagai perintis Pergerakan Kemerdekaan Sebagai direkomendasikan Gubernur NTT. Selain data riwayat hidup dan perjuangan, BPPK juga menggunakan hasil seminar yang digelar Universitas Kristen Artha Wacana kupang tanggal 22 april 2006 yakni adanya dua orang saksi hidup masing-masing Prof. Mia Noach, M.Ed dan Prof. Hendrik Ataupah yang memberikan kesaksian bahwa IH Doko terbukti melawan penjajah Belanda dan Jepang.
 Bersambung.........

Penulis: Sony J. Djahamouw, SE
Sumber: Tabloit warta Nusa Tenggara Timur, Edisi Desember 2006

Izaac Huru Doko
Pahlawan Nasional

Comments

Popular posts from this blog

Pelantikan Pengurus Osis dan Pengurus MPK SMA NEGERI 1 FATULEU Tahun 2018

Oelmasi-wartaloha. com. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Fatuleu Telah melantik Pengurus Osis periode 2018-2019. Pelantikan berlansung pada hari Senin, 24 September 2018, dilapangan SMA Negeri 1 Fatuleu. 
Upacara pelantikan dibuka oleh kepala sekolah SMA N 1 Fatuleu, dalam sambutannya, Drs. Ambrosius Pan menyatakan,  "Osis merupakan organisasi yang ada di sekolah ini, sehingga saya berharap badan pengurus Osis yang baru bisa menjalankan tugas dengan baik secara kronologis dan sinkron dengan semua program yang ada di sekolah dan juga program Osis harus bisa membawa perubahan bagi perkembangan sekolah kita dan ditularkan dengan baik. Pada kesempatan ini juga saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada  pengurus Osis yang lama yang telah melaksanakan tugas dengan baik, walaupun masih ada kekurangan dalam menjalankan tugas selama ini terutama berkaitan dengan eksistensi kita di tingkat propinsi", ujar Kepala Sekolah.
Pada kesempatan yang sama juga ketua Osis terpilih Emanuel Yudi…

Apakah Anda Belum Mahir Menjadi Pembina PRAMUKA?, Mungkin Ini solusinnya!

Kurikulum 2013 mewajibkan Kegiatan pramuka diseluruh sekolah di tanah air. Pramuka menjadi kegiatan ekstra kurikuler wajib yang harus dilaksanakan disetiap sekolah mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas/Madrasah bahkan sampai Perguruan tinggi, kebijakan tersebut tertuang dalam
Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961 berbunyi: bahwa Gerakan Pramuka sebagai kelanjutan dan Pembaharuan Gerakan Kecanduan Nasional serta bertanggungjawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang di topang oleh empat Pilar wawasan Kebangsaan, yaitu
1. Ideologi Pancasila
2. Undang-Udang Dasar 19945
3. Bhineka Tunggal Ika
4. Negara Kesatuan Republik Indonesia
Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka Menyelenggarakan Pendidikan kaum Muda Sebagai kaderisasi Kepemimpinan Masa depan bangsa dan negara.
Untuk memperjelas arah dan eksistensi Gerakan Pramuka di indonesia, maka dibentuk Undang-undang Gerakan Pramuka Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka adalah organisasi yang menyel…

Dinamika Pemilihan Ketua Osis SMA NEGERI 1 FATULEU Tahun 2018, Berlansung Alot, layaknya Pemilihan Umum

Oelmasi, wartaloha.com- SMA Negeri 1 Fatuleu telah memilih Ketua Osis yang baru, Jumat, 14 September tahun 2018, berlansung di Aula SMA NEGERI 1 FATULEU, mulai pukul 10.00 WIT hingga pukul 15.00 WIT.

Sejumlah pesertadidik serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, pembina Osis, Pembina Pramuka SMA NEGERI 1 FATULEU turut hadir dalam Rapat Umum Anggota  (RUA), untuk memilih Ketua Osis periode 2018/2019. Dalam Arahan Kepala Sekolah SMA NEGER1 1 FATULEU, Drs. Ambrosius Pan  mengatakan;

"Pesan saya, yang menjadi calon Ketua Osis harus prestasi secara akademik serta memiliki sikap dan prilaku yang baik dan saya juga mengucapkan terimakasih untuk Ketua Osis periode 2017/2018, yang telah melaksanakan tugas dengan baik".

OSIS merupakan organisasi tingkat sekolah yang tujuannya mengasah kemampuan dan bakat yang dimiliki siswa, sehingga menjadi siswa yang berkarakter dan mampu berorganisasi dengan baik. 
SMA Negeri 1 Fatuleu, melaksanakan pemil…