Media Berwawasan dan Berbudaya


Saturday, 15 December 2018

Kado Ulang Tahun Propinsi NTT "Terimakasih Pahlawanku" Tahun 2006

| Saturday, 15 December 2018
Terimkasih Pahlawan-ku.

Hanya itu yang dapat kami ucapkan bila mengenang jasa-jasamu tatkala berjuang merebut kemerdekaan Bangsa Indonesia dari tangan kaum penjajahan. Perjuangan tampa pamrih, jiwa raga kau korbankan demi satu tujuan yang mulia Kemerdekaan bangsa indonesia. Kemerdekaan menentukan nasib sendiri, kemerdekaan seluruh rakyat indonesia.

Pahlawan-kun.....Perjuanganmu, pengorbanan dan karyamu membuka cakrawala kami. Dari sana kami temukan identitas dan kepribadian kami, Pahlawan-ku kami bersyukur memiliki, kami banga padamu. Karya dan PerjuanganMu akan kami lanjutkan, sebab sesungguhnya perjuangan itu belum berakhir. Bila di jamanmu, perjuangan melawan kaum penjajah maka perjuangan dan pergumulan kami saat ini melawan berbagai persoalan bangsa. Krisis ekonomi yang berkepanjangan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, persoalan kemiskinan, rawan pangan, rawan daya beli, bencana kemanusiaan yang sepertinya akrab dengan bangsa kami dan masih banyak persoalan yang harus kami hadapi.
Tapi keyakinan kami bulat bahwa semangat juang pantang menyerah yang kau torehkan dahulu melekat erat dalam semangat kami saat ini untuk terus berjuang keluar dari berbagai persoalan bangsa.

Kendatipun perjuangan yang kami lanjutkan masih terdapat kekurangan disana sini, namun kami sadar sepenuhnya bahwa tampa landasan yang kokoh yang telah kau landasan maka kami tidak akan menjadi "besar" seperti saat ini. Perjuangan yang kau titipkan kepada anak cucu bangsa indonesia ini bermuara pada satu tujuan akhir, rakyat indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Sebagai bangsa yang besar, meneladani sosok kepahlawanan merupakan keharusan. Karena kita menikmati iklim kebebasan saat ini semata-mata karena perjuangan mereka. Terlalu mahal nilai perjuangan yang dikorbankan para pahlawan,  bajakan tak dapat diukur dengan nilai materi, nilai perjuangan itu harus terus dihargai dan dilestarikan, dengan terus berbuat yang terbaik bagi sesama, bangsa dan negara. Oleh karena itu terlalu berlebihan jika di era kemerdekaan ini kita masih terbelenggu oleh sikap-sikap yang mengkerdilkan diri, bahkan memarginalkan diri karena hanya mematahkan semangat patriotisme yang telah ditanamkan. "Miskin benda tidak seharusnya miskin harga diri", kata mantan gubernur NTT, Almarhum Piet A, Tallo.

Jika perjuangan para pahlawan dahulu melawan kaum penjajah yang lebih bersifat fisik dan politis maka saat ini perjuangan lebih psikologis" stigmatisasi kondisi masyarakat" . Persoalan kemiskinan dan berbagai persoalan lainnya harus dapat kita perangi bersama. Sebuah sesungguh daerah kita kaya kan berbagai potensi. Perasaan puas dengan berbagai bantuan yang diterima, hanya kan menimbulkan sikap pasif, terasing, rendah diri yang akhirnya terpola menjadi budaya kemiskinan. Jebakan psikologis ini melemahkan moral dan daya juang bagi penduduk yang sedang giat berjuang  dan berusaha keluar dari berbagai pergumulan hidup.

Tanggal 10  november diperingati oleh segenap bangsa indonesia sebagai hari pahlawan. Setiap kita memperingatinya, bangsa indonesia terus diingatkan akan jasa-jasa para pahlawan yang  yang dulunya berjuang melawan penjajah. Di pundak mereka terpikul tanggung jawab mulia menghantarkan rakyat indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan. Oleh karena itu kita harus mengenal sosok pahlawan akan semakin menyakinkan kita tentang pelajaran yang harus diwariskan kepada generasi penerus bangsa. 

Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono selaku Dewan Tata Kehormatan, di Istana Negara Kamis, (9/11) menganugrahkan gelar pahlawan dan Tanda Kehormatan kepada salah satu Putera NTT, IZAAC HURU DOKO (IH DOKO), gelar yang diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor: 085/Tahun 2006 tertanggal 3 November 2006 itu berdasarkan hasil kajian dan riwayat hidup serta perjuangan IH DOKO. Dengan ditetapkannya IH DOKO sebagai pahlawan Nasional maka NTT sudah memiliki seorang pahlawan yang patut dijadikan panutan dalam mengisi pembangunan bangsa dan negara ini.

Gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan diberikan kepada IH DOKO karena Badan Pertimbangan Perintis Kemerdekaan (BPPK) tingkat pusat menilai putera NTT ini lebih layak ditetapkan sebagai perintis Pergerakan Kemerdekaan Sebagai direkomendasikan Gubernur NTT. Selain data riwayat hidup dan perjuangan, BPPK juga menggunakan hasil seminar yang digelar Universitas Kristen Artha Wacana kupang tanggal 22 april 2006 yakni adanya dua orang saksi hidup masing-masing Prof. Mia Noach, M.Ed dan Prof. Hendrik Ataupah yang memberikan kesaksian bahwa IH Doko terbukti melawan penjajah Belanda dan Jepang.
 Bersambung.........

Penulis: Sony J. Djahamouw, SE
Sumber: Tabloit warta Nusa Tenggara Timur, Edisi Desember 2006

Izaac Huru Doko
Pahlawan Nasional

Related Posts

No comments:

Post a Comment