Skip to main content

Mewaspadai Pelecehan Seksual Terhadap Anak

Dunia anak merupakan dunia penuh canda tawa, keceriaan, dunia yang penuh dengan berbagai kesenangan masa kecil yang amat menggembirakan hati. Akan  tetapi dunia masa kecil yang menggembirakan tersebut  seakan terenggut begitu cepat dari kehidupan sang anak, manakala dunia itu telah ternoda karena perbuatan manusia dewasa yang tidak bermoral.

Sungguh tragis bahwa kasus pencabulan belakang ini kian merebak dan menjadi tren begitu cepat di berbagai daerah termasuk kota kupang. Dari berbagai berita yang dilansir oleh beberapa media televisi dan media lainya menunjukan bahwa telah terjadi beragam kasus pelecehan hingga pemerkosaan terhadap anak dibawah umur maupun terjadi juga pada anak baru gede (ABG). Yang menjadi pertanyaan adalah apa sebenarnya dengan kondisi masyarakat sekarang?, apakah masyarakat kita sedang sakit, mengapa selalu saja anak-anak yang menjadi korban dan sasaran nafsu dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak bermoral.

Memang pada dasarnya anak-anak berada pada kondisi atau pihak yang lemah, akan tetapi apakah orang yang melakukan tindakan tak bermoral tersebut tidak memiliki hati nurani sehingga memanfaatkan kelemahan anak-anak untuk memuaskan nafsu beraninya?
Perbuatan asusila seperti pencabutan dan pemerkosaan sesungguhnya telah terjadi beribu tahun yang lalu. Bahkan sebuah tulisan hasil riset yang dilakukan di negara peru di sebuah kota di lima rumah sakit bersalin menunjukan bahwa 90 % Dari para ibu muda yang berusia 12-16 tahun melahirkan bayi karena diperkosa oleh ayah kandungnya, ayah tirinya atau keluarga terdekatnya.

Tindak pencabulan, pemerkosaan atau dalam bentuk apapun adalah perbuatan melawan hukum, hak asasi seorang anak manusia dan tentunya akan menimbulkan dampak traumatis secara psikologis yang berkepanjangan bagi korbannya di kemudian hari. Anak yang pernah mengalami kekerasan seksual di masa kecil cenderung akan menjadi anak yang rendah diri, selalu merasa tidak aman dan nyaman dalam kehidupannya, menjadi sulit untuk bergaul dan bersosialisasi dan dapat pula mengalami gangguan prilaku seksual. Bahkan lebih jauh lagi bisa berprilaku agresif, impulsif dan kecenderungan pemakaian zat adiktif yang berbahaya seperti narkoba.

Apa sesungguhnya penyebab atau faktor pemicu meningkatnya tindakan pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak?,
Berdasarkan konseling psikiater yang dilakukan terhadap pelaku, ternyata mereka rata-rata memiliki libido yang tinggi, terobsesi film porno dan tidak mempunyai aktifitas yang tetap untuk menyalurkan energinya. Faktor pemicu lainya adalah lingkungan rumah yang sepi, pengaruh minuman keras sepeti alkohol, orang tua yang sibuk sehingga mempercayakan anaknya pada pengasuh yang mungkin tidak dapat memberikan perhatian penuh pada Sang anak. Akibatnya ada celah/ruang gerak yang mungkin bagi pelaku pemerkosaan atau tindak pencabulan bisanya orang yang dengan korban dan dikenal baik. Sehingga anak pun biasanya mau saja di iminggi dengan suatu hal (Bahkan berupa benda yang menyenangkan hati sang anak).

Mencermati fenomena yang terjadi belakang ini, apa langkah yang harus dilakukan oleh para orang tua untuk melindungi buah hatinya dari perilaku tersebut diatas. Sebenarnya sederhana saja, tapi mungkin hari ini tidak pernah dipikirkan oleh para orang tua sebelum tindakan terjadi. Dimulai dari rumah bagi orang tua yang bekerja; dalam memilih pengasuh anak perlu memikirkan jenis kelamin pengasuh adalah kelurga sendiri. Perlu di ingat bahwa anak perempuan tidak boleh dijaga oleh pembantu laki-laki, karena otomatis akan terjadi kontak fisik dengan sang anak. Misalnya, ketika membersihkan diri anak setelah buang air besar atau kecil, hal itu akan menjadi sangat riskan bagi anak. Hal lainya biasakan anak-anak berpakaian sopan agar tidak mengundang niat orang untuk berbuat yang tidak di inginkan.

Selanjutnya, orang tua perlu mengenal dan mengetahui dengan jenis lingkungan tempat bermain anak. Siapa saja menjadi teman bermain, dan mewaspadai setiap orang yang baru kenal sang anak tapi sudah menunjukan hubungan yang akrab. Hal penting lainya membangun komunikasi antara orang tua dan anak. Orang tua membentengi anak-anak dengan hal-hal yang bersifat rohani dan kegiatan lainya yang dilakukan orang untuk selalu membina hubungan baik dengan sang anak secara tidak langsung akan membuat anak merasa aman, nyaman dan terlindungi.

Pengaruh media sosial seperti facebook dan media elektronik sepeti TV, juga merupakan salah satu faktor pemicu. Anak selalu dibiarkan menonton sendiri tampa pengawalan orang tua. Anak sering menonton tayangan yang sebenarnya belum cukup umur untuk di tonton. Oleh karena itu orang tua perlu memilah dan memilih tantang yang cocok dan tepat sesuai dengan usia anak serta mengatur waktu untuk bersama anak menonton Tv dan pengaruh media online yang perkembangan sekarang sangat canggih.

Dari segi hukum, perlu ditegakan" law enforcemnt" , dimana para pelaku tindak pemerkosaan harus dikenai sanksi secara maksimal dan tidak sekedar penjara selama 5-6 tahun.

Kesimpulannya perlu ada dukungan masyarakat dan para akademisi untuk memerangi dan mengeliminir tindak pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak. Sebagai orang tua kita patut waspada ingat pesan Bang Napi" kejahatan terjadi bukan saja karena niat pelakunya, tetapi karena ada kesempatan", karena itu waspadalah`☆☆☆

Penulis: Jasinta F. Pabha.Swan




Comments

Popular posts from this blog

Pelantikan Pengurus Osis dan Pengurus MPK SMA NEGERI 1 FATULEU Tahun 2018

Oelmasi-wartaloha. com. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Fatuleu Telah melantik Pengurus Osis periode 2018-2019. Pelantikan berlansung pada hari Senin, 24 September 2018, dilapangan SMA Negeri 1 Fatuleu. 
Upacara pelantikan dibuka oleh kepala sekolah SMA N 1 Fatuleu, dalam sambutannya, Drs. Ambrosius Pan menyatakan,  "Osis merupakan organisasi yang ada di sekolah ini, sehingga saya berharap badan pengurus Osis yang baru bisa menjalankan tugas dengan baik secara kronologis dan sinkron dengan semua program yang ada di sekolah dan juga program Osis harus bisa membawa perubahan bagi perkembangan sekolah kita dan ditularkan dengan baik. Pada kesempatan ini juga saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada  pengurus Osis yang lama yang telah melaksanakan tugas dengan baik, walaupun masih ada kekurangan dalam menjalankan tugas selama ini terutama berkaitan dengan eksistensi kita di tingkat propinsi", ujar Kepala Sekolah.
Pada kesempatan yang sama juga ketua Osis terpilih Emanuel Yudi…

Apakah Anda Belum Mahir Menjadi Pembina PRAMUKA?, Mungkin Ini solusinnya!

Kurikulum 2013 mewajibkan Kegiatan pramuka diseluruh sekolah di tanah air. Pramuka menjadi kegiatan ekstra kurikuler wajib yang harus dilaksanakan disetiap sekolah mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas/Madrasah bahkan sampai Perguruan tinggi, kebijakan tersebut tertuang dalam
Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961 berbunyi: bahwa Gerakan Pramuka sebagai kelanjutan dan Pembaharuan Gerakan Kecanduan Nasional serta bertanggungjawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang di topang oleh empat Pilar wawasan Kebangsaan, yaitu
1. Ideologi Pancasila
2. Undang-Udang Dasar 19945
3. Bhineka Tunggal Ika
4. Negara Kesatuan Republik Indonesia
Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka Menyelenggarakan Pendidikan kaum Muda Sebagai kaderisasi Kepemimpinan Masa depan bangsa dan negara.
Untuk memperjelas arah dan eksistensi Gerakan Pramuka di indonesia, maka dibentuk Undang-undang Gerakan Pramuka Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka adalah organisasi yang menyel…

Dinamika Pemilihan Ketua Osis SMA NEGERI 1 FATULEU Tahun 2018, Berlansung Alot, layaknya Pemilihan Umum

Oelmasi, wartaloha.com- SMA Negeri 1 Fatuleu telah memilih Ketua Osis yang baru, Jumat, 14 September tahun 2018, berlansung di Aula SMA NEGERI 1 FATULEU, mulai pukul 10.00 WIT hingga pukul 15.00 WIT.

Sejumlah pesertadidik serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, pembina Osis, Pembina Pramuka SMA NEGERI 1 FATULEU turut hadir dalam Rapat Umum Anggota  (RUA), untuk memilih Ketua Osis periode 2018/2019. Dalam Arahan Kepala Sekolah SMA NEGER1 1 FATULEU, Drs. Ambrosius Pan  mengatakan;

"Pesan saya, yang menjadi calon Ketua Osis harus prestasi secara akademik serta memiliki sikap dan prilaku yang baik dan saya juga mengucapkan terimakasih untuk Ketua Osis periode 2017/2018, yang telah melaksanakan tugas dengan baik".

OSIS merupakan organisasi tingkat sekolah yang tujuannya mengasah kemampuan dan bakat yang dimiliki siswa, sehingga menjadi siswa yang berkarakter dan mampu berorganisasi dengan baik. 
SMA Negeri 1 Fatuleu, melaksanakan pemil…