Media Berwawasan dan Berbudaya

Thursday, 6 December 2018

Mewaspadai Pelecehan Seksual Terhadap Anak

| Thursday, 6 December 2018
Dunia anak merupakan dunia penuh canda tawa, keceriaan, dunia yang penuh dengan berbagai kesenangan masa kecil yang amat menggembirakan hati. Akan  tetapi dunia masa kecil yang menggembirakan tersebut  seakan terenggut begitu cepat dari kehidupan sang anak, manakala dunia itu telah ternoda karena perbuatan manusia dewasa yang tidak bermoral.

Sungguh tragis bahwa kasus pencabulan belakang ini kian merebak dan menjadi tren begitu cepat di berbagai daerah termasuk kota kupang. Dari berbagai berita yang dilansir oleh beberapa media televisi dan media lainya menunjukan bahwa telah terjadi beragam kasus pelecehan hingga pemerkosaan terhadap anak dibawah umur maupun terjadi juga pada anak baru gede (ABG). Yang menjadi pertanyaan adalah apa sebenarnya dengan kondisi masyarakat sekarang?, apakah masyarakat kita sedang sakit, mengapa selalu saja anak-anak yang menjadi korban dan sasaran nafsu dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak bermoral.

Memang pada dasarnya anak-anak berada pada kondisi atau pihak yang lemah, akan tetapi apakah orang yang melakukan tindakan tak bermoral tersebut tidak memiliki hati nurani sehingga memanfaatkan kelemahan anak-anak untuk memuaskan nafsu beraninya?
Perbuatan asusila seperti pencabutan dan pemerkosaan sesungguhnya telah terjadi beribu tahun yang lalu. Bahkan sebuah tulisan hasil riset yang dilakukan di negara peru di sebuah kota di lima rumah sakit bersalin menunjukan bahwa 90 % Dari para ibu muda yang berusia 12-16 tahun melahirkan bayi karena diperkosa oleh ayah kandungnya, ayah tirinya atau keluarga terdekatnya.

Tindak pencabulan, pemerkosaan atau dalam bentuk apapun adalah perbuatan melawan hukum, hak asasi seorang anak manusia dan tentunya akan menimbulkan dampak traumatis secara psikologis yang berkepanjangan bagi korbannya di kemudian hari. Anak yang pernah mengalami kekerasan seksual di masa kecil cenderung akan menjadi anak yang rendah diri, selalu merasa tidak aman dan nyaman dalam kehidupannya, menjadi sulit untuk bergaul dan bersosialisasi dan dapat pula mengalami gangguan prilaku seksual. Bahkan lebih jauh lagi bisa berprilaku agresif, impulsif dan kecenderungan pemakaian zat adiktif yang berbahaya seperti narkoba.

Apa sesungguhnya penyebab atau faktor pemicu meningkatnya tindakan pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak?,
Berdasarkan konseling psikiater yang dilakukan terhadap pelaku, ternyata mereka rata-rata memiliki libido yang tinggi, terobsesi film porno dan tidak mempunyai aktifitas yang tetap untuk menyalurkan energinya. Faktor pemicu lainya adalah lingkungan rumah yang sepi, pengaruh minuman keras sepeti alkohol, orang tua yang sibuk sehingga mempercayakan anaknya pada pengasuh yang mungkin tidak dapat memberikan perhatian penuh pada Sang anak. Akibatnya ada celah/ruang gerak yang mungkin bagi pelaku pemerkosaan atau tindak pencabulan bisanya orang yang dengan korban dan dikenal baik. Sehingga anak pun biasanya mau saja di iminggi dengan suatu hal (Bahkan berupa benda yang menyenangkan hati sang anak).

Mencermati fenomena yang terjadi belakang ini, apa langkah yang harus dilakukan oleh para orang tua untuk melindungi buah hatinya dari perilaku tersebut diatas. Sebenarnya sederhana saja, tapi mungkin hari ini tidak pernah dipikirkan oleh para orang tua sebelum tindakan terjadi. Dimulai dari rumah bagi orang tua yang bekerja; dalam memilih pengasuh anak perlu memikirkan jenis kelamin pengasuh adalah kelurga sendiri. Perlu di ingat bahwa anak perempuan tidak boleh dijaga oleh pembantu laki-laki, karena otomatis akan terjadi kontak fisik dengan sang anak. Misalnya, ketika membersihkan diri anak setelah buang air besar atau kecil, hal itu akan menjadi sangat riskan bagi anak. Hal lainya biasakan anak-anak berpakaian sopan agar tidak mengundang niat orang untuk berbuat yang tidak di inginkan.

Selanjutnya, orang tua perlu mengenal dan mengetahui dengan jenis lingkungan tempat bermain anak. Siapa saja menjadi teman bermain, dan mewaspadai setiap orang yang baru kenal sang anak tapi sudah menunjukan hubungan yang akrab. Hal penting lainya membangun komunikasi antara orang tua dan anak. Orang tua membentengi anak-anak dengan hal-hal yang bersifat rohani dan kegiatan lainya yang dilakukan orang untuk selalu membina hubungan baik dengan sang anak secara tidak langsung akan membuat anak merasa aman, nyaman dan terlindungi.

Pengaruh media sosial seperti facebook dan media elektronik sepeti TV, juga merupakan salah satu faktor pemicu. Anak selalu dibiarkan menonton sendiri tampa pengawalan orang tua. Anak sering menonton tayangan yang sebenarnya belum cukup umur untuk di tonton. Oleh karena itu orang tua perlu memilah dan memilih tantang yang cocok dan tepat sesuai dengan usia anak serta mengatur waktu untuk bersama anak menonton Tv dan pengaruh media online yang perkembangan sekarang sangat canggih.

Dari segi hukum, perlu ditegakan" law enforcemnt" , dimana para pelaku tindak pemerkosaan harus dikenai sanksi secara maksimal dan tidak sekedar penjara selama 5-6 tahun.

Kesimpulannya perlu ada dukungan masyarakat dan para akademisi untuk memerangi dan mengeliminir tindak pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak. Sebagai orang tua kita patut waspada ingat pesan Bang Napi" kejahatan terjadi bukan saja karena niat pelakunya, tetapi karena ada kesempatan", karena itu waspadalah`☆☆☆

Penulis: Jasinta F. Pabha.Swan




Related Posts

No comments:

Post a Comment