Sunday, 2 December 2018

Hasil Penelitian Tentang Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Suatu Alat Pengendalian Biaya (Studi Kasus Pada PT Pelni Cabang Kupang)

Abstraksi

PT. Pelni Cabang Kupang merupakan perusahaan yang bergerak dalam pelayanan jasa khususnya pada penjualan tiket. Penerapan Akuntansi pertanggung jawaban sanggat dibutuhkan dalam sebuah perusahaan karena akuntansi pertanggung jawaban merupakan system yang membandingkan rencana (anggaran) dengan tindakan (Hasil sesumguhnya), dari setiap pusat pertanggung jawaban yang digunakan untuk mengukur kinerja seseorang/atau departemen dalam mencapai tujuan perusahaan.

Sedangkan pengendalian biaya merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengarahkan aktivitas agar tidak menyimpang dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dari latar belakang diatas, penelitian bertujuan untuk mengetahui peranan penerapan akuntansi pertanggung jawaban dalam menunjang efisiensi pengendalian biaya pada PT. Pelni Cabang Kupang.

Yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah;

1. Apakah penerapan akuntansi 

pertanggungjawaban pada PT. Pelni Cabang Kupang telah diterapkan dengan Baik?

2. Apakah akuntansi pertanggungjawab sangat berperan dalam menunjang efisiensi pengendalian biaya pada PT. Pelni Cabang Kupang?

Konsep penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adlah;

1. Akuntansi pertanggung jawaban adalah suatu sistem yang membandingkan rencana (anggaran) dengan tindakan (Hasil yang sesungguhnya)

2. Pengendalian Biaya adalah tindakan yang dilakukan untuk mengarahkan aktivitas agar tidak menyimpang dari tujuan yang diharapkan

Kerangka dasar dalam penelitian ini merupakan gambaran  secara sistematis tentang pengaruh variabel bebas dan independen yang dimaksud dalam penelitian ini adalah akuntansi pertanggung jawaban sebagai suatu alat pengendalian biaya pada PT. Pelni Cabang Kupang.

Dasar pikir adalah bahwa penerapan akuntansi pertanggung jawaban pada perusahaan yang relatif besar sangat perlu menerapkan akuntansi pertanggung jawaban karena dalam perusahaan tersebut telah dibagi unit-unit oraganisasi dengan melimpahkan wewenang secara jelas dan tegas sesuai dengan tupoksinya.

Semakin tinggi aktivitas suatu perusahan menyebabkan pimpinan tidak dapat memantau seluruh aktivitas  perusahaan secara langsung, sehingga manajemen memerlukan suatu alat bantu pengendalian terhadap aktivitas pekerjaan bawahannya. Informasi akuntansi pertanggung jawaban sanggat penting dalam pengendalian sebuah organisasi.

Pengendalian dilakukan dengan cara memberikan peran bagi setiap manajer untuk merencanakan pendapatan dan biaya sesuai dengan tanggung jawabanya. Tujuannya adalah agar tidak terjadi penyimpangan terhadap biaya dlam perusahaan sehingga perusahan tidak mengalami kerugian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. PELNI cabang kupang secara umum belum menerapkan akuntansi pertanggung jawaban sesuai dengan syarat-syarat akuntansi pertanggung jawaban hal ini dapat dilihat belum adanya pemisahan biaya terkendali dan tidak terkendali sehingga jika terjadi penyimpangan realisasi dari anggaran yang ditetapkan, sehingga tidak dapat menetapkan pusat pertanggung jawaban yang bertanggung jawab atas penyimpangan tersebut dan hasil penelitian menunjukkan penerapan akuntansi pertanggung jawaban belum bisa berperan dalam efisien pengendalian biaya, hal ini dapat dilihat biaya usaha PT. Pelni sebesar RP. 70. 930.000.00 atau 196% lebih dari 100% dari anggaran yang ditetapkan, karena Pengendalian Biaya dikalangan efesien apabila realisasi besarannya kurang 100% dari anggaran biaya atau tidak melebihi anggaran biaya yang telah ditetapkan.

Demikian hasil penelitian tersebut diatas, sebagai suatu syarat atau matakuliah skripsi di Fakultas Universitas Kristen Artha Wacana. Peneliti: Valentine E. RIHI: Tahun 2012

Peneliti




EmoticonEmoticon