Selamat datang di wartaloha**Semoga Bermanfaat** Terimakasih Atas Kunjungan Anda** Dengan Membaca Anda Dapat Menguasai Dunia** Senang Berkerjasama dengan Anda**Kontak Redaksi Wartaloha, HP:085239228098, flafianusjeadun188@gmail.com

Thursday, 13 December 2018

Gawat!, Orang Lemah, Susah Mendapatkan Keadilan!

| Thursday, 13 December 2018

Untuk menemukan keadilan di dunia zaman sekarang, susah kita dapat dengan cuma-cuma, karena untuk mendapatkan keadilan membutuhkan perjuangan dan tenaga yang cukup. Fenomena yang terjadi sekarang ini, orang yang lemah sangat susah mendapatkan keadilan dalam hidupnya. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya keluhan-keluhan rakyat kecil yang tidak paham, harus kemana mendapatkan Keadilannya. Apakah kalau tidak mendapatkan keadilan harus melaporkan kepada aparat penegak hukum?, apakah cukup dengan mendoakan semoga Tuhan memberikan yang terbaik buat dirinya?, dan masih banyak pertanyaan yang masih terpendam dalam dalam hatinya.

Contohnya kasus misalnya, ketika atasan ditempat kerja anda melakukan perbuatan yang melanggar hak-hak kita sebagai bawahannya, memotong gaji tanpa ada pertimbangan yang bijak, mengancam anda dipecat kalau melawan perbuatannya dan masih banyak contoh kasus lainnya. Kemudian apa yang anda lakukan, apakah melaporkan kasus tersebut kepada ranah hukum?, apakah modal anda cukup untuk membiayai perkara tersebut?, Bagaimana kesiapan mental anda?, apakah anda siapa menghadapi risiko dipecat, kalau bukti yang anjukan tidak cukup menjerat atasan anda. 

Tentu anda mempertimbangkan cukup matang untuk melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum. Kemudian apakah ada solusi yang tepat dari contoh kasus diatas!, tentunya melalui meditasi antara atasan dengan anda, supaya kasus tersebut di selesaikan dengan kekeluargaan. Mungkin mempertimbangan dari aspek hubungan sosial serta dipengaruhi oleh budaya tempat atau daerah anda.
Akan tetapi kalau anda terus mendiamkan diri, tidak melakukan apa-apa, apa jadinya!, Jangan biarkan diri anda stres atau frustrasi, sebaiknya segera melakukan tindakan. Apapun yang terjadi harus memperjuangkan Keadilan, tunjukkan kepada atasan anda bahwa anda maupun memperjuangkan keadilan entah dengan cara apapun, yang terpenting mendapatkan keadilan. 

Oleh karena itu, untuk memperjelas apakah yang dimaksudkan dengan Keadilan, simak penjelasan berikut ini, "Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. 

John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran" 

1. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil" 

2. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidak adilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.

Di semua tempat kerja pasti ada aturan yang harus dipatuhi oleh semua karyawan yang bekerja di kantor tersebut. Kalau suatu Ketika Anda melanggar aturan di kantor pasti anda sanksinya, berupa pemotongan gaji bahkan bisa di PHK. Kasihan sekali kalau anda mengalami langsung sanksi tersebut. 

Kemudian, Atasan anda melakukan tindakan dengan membuat kebijakan yang sifatnya menguntungkan bawahannya. Pastinya anda senang dengan atasan tersebut. Tentu keadilan bisa anda dapat ketika atasan anda memahami apa itu keadilan dan kebijakan. Aturan bisa dikalahkan dengan kebijakan sepanjang tidak melanggar Hukum yang berlaku. Keadilan bisa didapatkan ketika atasan anda membuat keputusan dengan bijak.

Kesimpulannya lakukan yang terbaik untuk pekerjaan anda, dengan menaati aturan yang telah disepakati. Keadilan hanya milik Sang Pencipta, Tuhanlah pemberi keadilan, bukan manusia. Semoga bermanfaat., (fJ)

Related Posts