Skip to main content

Koepang Pada Masa Portugis dan V.O.C

Kepulauan indonesia yang luas dan tanahnya subur dalam menghasilkan berbagai tanaman komsumsi dan tanaman-tanaman perdagangan khas yang tidak atau jarang ditemukan di belahan bumi lainya. Kondisi alam demi mengundang, bangsa barat berlomba mencari hasi-hasil bumi di indonesia, dengan cara menguasai jalur perdagangan melalui strategi yang terselubung membentuk daerah-daerah koloni yang dapat memperkuat posisinya.

Kita mengenal, misalnya maluku, menghasilkan rempah-rempah. Wilayah Nusa Tenggara Timur khususnya pulau Timor, Sumba dan solor dikenal penghasil cendana, damar, dan lilin/madu. Sehingga sejak abad ke-12 dan sebelumnya telah berlansung perdagangan lintas daerah tidak saja dengan pihak kediri di jawa, tetapi saudagar China, Arab, Gujarab/India yang datang ke Timor (koepang) dari pusat perdagangan Asia Tenggara Yang bermarkas di Malaka.

Rupanya dendam Timor menjadi Primadona Bangsa Eropa, karena harum ( wangi) dapat di olah menjadi minyak wangi, asesoris dan peralatan berharga bagi raja-raja dan pembesar Eropa. Cendana sebgai komoditi yang mahal dan laris mengunyah para pedagang portugis mencari sumber daerah penghasil cendana.
Setelah malaka jatuh dan di kuasai oleh Portugis tahun 1511, para saudagar portugis ingin mendatangi langsung daerah penghasil cendana. Salah satu sumber informasi penguasa portugis di peroleh dari pedagang china dan pedang indonesia yang berhasil ditangkap dan dipikat di pusat niaga di Malaka. Melalui sumber informasi tadi, pihak portugis secara aktif mulai mengirim ekspedisi-ekspedisi ke solor, sumba dan timor untuk melakukan transaksi perdagangan, dengan menyertakan para padri dari ordo Dominicus untuk melakukan misinya. Sejarah mencatat bahwa Bangsa-bangsa tertua yang dikenal paling awal tiba di NTT (Pulau Timor) adalah orang-orang Portugis.

Ferdinand Magelhaens, seorang pelaut portugis pada tahun 1518 memimpin sebuah armada mengelilingi dunia, mulai dari spanyol melintasi Selat Amerika Latin, Kemudian mengarungi samudra Pasifik.
Tahun 1521, Ferdinand Magelhaens dan armadanya tiba di kepulauan Philipina. Setibanya disalah satu pulau armadanya berhadapan dengan suku setempat. Terjadi pertempuran berakibat Magelhaens mati terbunuh tanggal 27 september 1521 di pulau Maktan.
Rombongan anak buah Magelhaens yang terkenal dengan nama PIGAFETTA, Bersama armadanya melanjutkan pelayaran menyinggahi kalimatan utara, Halmahera, Alor dan Timor ( Batu Gede, Timor Leste, dan Koepang), Kemudian kembali ke spanyol melalui selat Pukuafu, Samudra Indonesia dan Tanjung Pengharapan ( Kupang dari masa ke masa 1997:4-5).
Kesempatan menyinggahi Timor, Pigaffeta yang dibantu seorang pelaut indonesia sebagai penerjemah, Pigaffeta  banyak mencatat kondisi alam dan penduduknya, serta potensi hasil bumi wilayah yang disinggahi. Catatan-catatan Pigaffeta, sebagai dokumen penting bagi penguasa portugis melancarkan ekspedisi nya secara periodik.
Empat orang misionaris portugis, masing-masing P. Antonio da Crus O.P; P. SIMAO, Chagos dan B. Alexio pada tahun 1561 tiba di solor, ternyata sebelumnya telah ada orang-orang Portugis. Maka didirikan gereja dan rumah yang dipagari. Beberapa tahun kemudian mereka diserang oleh armada dari jawa yang berusaha mengusir portugis. Pada waktu itu sebuah kapal portugis dari Larantuka yang datang sehingga kedudukan portugis bisa diatasi.

Dengan pengalaman itu, maka portugis berusaha membangun benteng yang dipelopori P. Antonio da Crus. Akhirnya pada tahun 1566 Benteng Lahayong di solor mulai dibangun. Benteng Lahayong oleh belanda menamakanya Benteng Fort Hendrikus (Sejarah Daerah NTT, 1984:42-43).
Dibangunnya benteng Lahayong, belanda merasa kuatir kalau portugis lebih jauh menanamkan kekuasaannya di wilayah yang ternyata dikenal sebagai salah satu pusat penghasil peradangan Cendana.
Apolonius scotte, atas nama De Saat Vandei memimpin 3 buah kapal menyerang solor, tanggal 21 april 1613. Penyerangan itu berakibat benteng Lahayong Jatuh dan dikuasai kompeni Belanda. Ketika itu portugis lari ke timor. Atas keberhasilan ini Kompeni Belanda menempatkan pusat gerakannya meliputi  (termasuk) Timor bermarkas di benteng Lahayong yang diberi nama Benteng Hendrikus.

Berselang tiga tahun portugis berupaya memperkuat armada penyerangan sehingga pada tahun 1616 Benteng Lahayong direbut kembali. Kondisi ini mulai mempertajamkan pertentangan politik antara Kompeni dengan portugis.

1. Kontrak Jasinto Dengan Raja Koepang (helong)
Pater Antonio de Sau Jacinto, sebelum bertugas di rote, karena menghadapi tantangan yang berat dia dia berpindah ke kupang. Untuk mengembangkan misinya, pada tahun 1940, berhasil menjalin kerjasama yang baik dengan raja Koepang  (Raja Helong) yang dibaptis dengan nama Don Duarte, sedangakan permaisurinya dibaptis dengan nama Dona maria.

Kerjasama yang baik ini melahirkan kontrak tanggal 29 Desember 1645 dengan Raja Koepang (Helong), isi kontraknya: "Jasinto Boleh mendirikan sebuah gereja dan sebuah Benteng, dan kapal-kapal Bangsa lain tidak diperbolehkan memasuki pelabuhan Koepang" ( Koepang dari masa ke masa, 1997:9)

Siapa sebernarnya, nama asli raja koepang (Raja Helong) sebelum dibaptis. Dalam buku Kupang dari masa ke masa tidak disebutkan. Menurut penulis pada masa itu, terdapat dua periode raja setelah raja Koen Bissi (Koen Am Tun) yakni Raja Manas Bissi, setelah Manas Bissi kekuasaan raja diserahkan kepada Susang Bissi. Kemungkinan yang dibaptis adalah Raja Manas  Bissi (1640) karena Raja Susang Bissi dibaptis tahun 1650 dengan nama Salomo. Dengan Baptisan nama salomo adalah dipastikan Nama Kristen Prosestan yang diberikan oleh Belanda, Sedangkan Baptis Don Duarte dan Dona Maria adalah nama baptisan Khatolik yang diberikan oleh Portugis.

2. Pater Jacinto Ingin Teluk Babak Dijadikan Pelabuhan

Pater Antonio de Sao Jacinto, dengan pengalaman misinya dibeberapa daerah pedalaman mulai berpikir untuk kepentingan portugis, dia mengharapkan teluk Babau lebih cocok dijadikan pelabuhan sehingga tempat ini perlu ditutup bagi orang belanda. Dari sisi lain penguasa portugis juga menyadari bahwa ujung barat pulau Timor perlu ditutup bagi orang belanda dengan cara menduduki Koepang. Untuk itu pihak portugis mengirim Kapten Jenderal Joao Caleca Tenriroa dengan armadanya menduduki Koepang. Setibanya di Koepang bukan februari 1646 Pater Jacinto telah selesai membangun Benteng (ibid:10).

Kompeni Belanda sebelumnya mengadakan pelayaran perdagangan ke Koepang berturut-turut 1632, 1634, 1637. Menurut penilaian Kompeni Belanda, Koepang  cukup strategis dapat dijadikan sebagai pusat pengangkutan kayu cendana yang dihimpun dari pantai-pantai di luar Koepang. Selain itu untuk kebutuhan air minum untuk kapal-kapal dapat diatasi. 

Rupanya berita tentang Benteng yang dibangun Peter Antonio de Sao Jacinto dan kehadiran Armada Portugis menduduki Koepang, sempat terpantau Kompeni Belanda yang terpusat di Batavia. Pihak belanda mengutus mayor William Van der Baek Ke Koepang untuk memantau, disusul kemudian Capai Johan Burger. Dari pengamatan Johan Burger terhadap pendudukan portugis dikatakannya sebagai suatu pelanggaran perjanjian gencatan senjata antara Portugis dan Belanda yang telah diumumkan bulan November 1644. Hal ini mendorong Belanda mengambil sikap merebut Koepang dari kekuasaan Portugis.

Sumber:Buku Koepang Tempo Doeloe, Halaman, 153-156).

Repro: Kupang dari masa ke masa


Comments

Popular posts from this blog

Pelantikan Pengurus Osis dan Pengurus MPK SMA NEGERI 1 FATULEU Tahun 2018

Oelmasi-wartaloha. com. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Fatuleu Telah melantik Pengurus Osis periode 2018-2019. Pelantikan berlansung pada hari Senin, 24 September 2018, dilapangan SMA Negeri 1 Fatuleu. 
Upacara pelantikan dibuka oleh kepala sekolah SMA N 1 Fatuleu, dalam sambutannya, Drs. Ambrosius Pan menyatakan,  "Osis merupakan organisasi yang ada di sekolah ini, sehingga saya berharap badan pengurus Osis yang baru bisa menjalankan tugas dengan baik secara kronologis dan sinkron dengan semua program yang ada di sekolah dan juga program Osis harus bisa membawa perubahan bagi perkembangan sekolah kita dan ditularkan dengan baik. Pada kesempatan ini juga saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada  pengurus Osis yang lama yang telah melaksanakan tugas dengan baik, walaupun masih ada kekurangan dalam menjalankan tugas selama ini terutama berkaitan dengan eksistensi kita di tingkat propinsi", ujar Kepala Sekolah.
Pada kesempatan yang sama juga ketua Osis terpilih Emanuel Yudi…

Apakah Anda Belum Mahir Menjadi Pembina PRAMUKA?, Mungkin Ini solusinnya!

Kurikulum 2013 mewajibkan Kegiatan pramuka diseluruh sekolah di tanah air. Pramuka menjadi kegiatan ekstra kurikuler wajib yang harus dilaksanakan disetiap sekolah mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas/Madrasah bahkan sampai Perguruan tinggi, kebijakan tersebut tertuang dalam
Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961 berbunyi: bahwa Gerakan Pramuka sebagai kelanjutan dan Pembaharuan Gerakan Kecanduan Nasional serta bertanggungjawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang di topang oleh empat Pilar wawasan Kebangsaan, yaitu
1. Ideologi Pancasila
2. Undang-Udang Dasar 19945
3. Bhineka Tunggal Ika
4. Negara Kesatuan Republik Indonesia
Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka Menyelenggarakan Pendidikan kaum Muda Sebagai kaderisasi Kepemimpinan Masa depan bangsa dan negara.
Untuk memperjelas arah dan eksistensi Gerakan Pramuka di indonesia, maka dibentuk Undang-undang Gerakan Pramuka Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka adalah organisasi yang menyel…

Dinamika Pemilihan Ketua Osis SMA NEGERI 1 FATULEU Tahun 2018, Berlansung Alot, layaknya Pemilihan Umum

Oelmasi, wartaloha.com- SMA Negeri 1 Fatuleu telah memilih Ketua Osis yang baru, Jumat, 14 September tahun 2018, berlansung di Aula SMA NEGERI 1 FATULEU, mulai pukul 10.00 WIT hingga pukul 15.00 WIT.

Sejumlah pesertadidik serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, pembina Osis, Pembina Pramuka SMA NEGERI 1 FATULEU turut hadir dalam Rapat Umum Anggota  (RUA), untuk memilih Ketua Osis periode 2018/2019. Dalam Arahan Kepala Sekolah SMA NEGER1 1 FATULEU, Drs. Ambrosius Pan  mengatakan;

"Pesan saya, yang menjadi calon Ketua Osis harus prestasi secara akademik serta memiliki sikap dan prilaku yang baik dan saya juga mengucapkan terimakasih untuk Ketua Osis periode 2017/2018, yang telah melaksanakan tugas dengan baik".

OSIS merupakan organisasi tingkat sekolah yang tujuannya mengasah kemampuan dan bakat yang dimiliki siswa, sehingga menjadi siswa yang berkarakter dan mampu berorganisasi dengan baik. 
SMA Negeri 1 Fatuleu, melaksanakan pemil…