Saturday, 6 October 2018

Refleksi, 2 Tahun Kegagalan SMANSAFAT FC, Pada Pertandingan Sepak Bola FAPERTA Cup UNDANA Tahun 2018

Faperta cup merupakan salah laga yang sangat bergengsi bagi pengiat sepak bola di Nusa Tenggara Timur. Turnamen sepak bola faperta cup undana sudah berjalan ke 33 kali pada tahun 2018.

Turnamen yang sangat bergensi ini, dikhususkan untuk menjaring bibit baru pemain,  baik dari kalangan perguruan tinggi maupun tingkat Sekolah Menengah Atas. Setiap tahunnya di ikuti oleh sejumlah peserta 11 dari Sekolah Menengah Atas serta 11 klub dari perguruan tinggi.

Turnamen ini sungguh ketat dalam menyeleksi peserta yang terlibat dalam pertandingan. Salah satu persyaratan harus dipatuhi oleh peserta yaitu peserta tidak boleh melakukan pelanggaran Administrasi pemain, jika kedapatan oleh panitia maka peserta tersebut  tidak ikut sertakan dalam pertandingan berikutnya kurang lebih 5 tahun.

Salah satu peserta atau sekolah yang turut ambil bagian dalam turnamen ini yaitu sekolah menengah atas negeri 1 Fatuleu (SMANSAFAT FC). Sejak bergabung dari tahun 2017 SMANSAFAT FC masih gagal untuk lolos ke perempat final. Tahun 2017 SMNSAFAT FC hanya mampu lolos ke babak 16 besar setelah mengalami kekalahan dari SMANDU Kabupaten Kupang dengan skor 1:2 DIbawah asuhan pelatih fian Jeadun SMANSA FC tidak kunjung menyerah begitu saja. Namun pelatih fian Jeadun terus melakukan terobosan baik dari program latihan maupun kesiapan sarana olahraga sekolah.

Pada tahun 2018 SMANSAFAT FC lagi-lagi megalami kegagalan untuk lolos ke babak 16 besar, buntut perjuangan anak smansafat FC berawal dari kekalahan pada pertandingan melawan SMANDU Kabupaten Kupang dengan skor telak 2:, sedangkan pada pertandingan berikutnya melawan SMA N 3 KUTIM, SMANSAFAT mengalami ke kekalahan dengan skor telak 3: 0, lanjut pertandingan berikutnya SMANSAFAT kalah 0:1 dari SMANSA kutim terjadi gol bunuh diri pemain belakang smansafat pada laga babak penyisihan grup D.

Pertandingan hanya menyisahkan kisah yang sanggat prihatin untuk SMANSAFAT ,  dengan pertanyaan, apakah yang dilakukan pada tahun 2019?, apa yang salah?, bagaimana kesiapan pelatih?, bagaimana kesiapan sarana?, apakah program latihan sudah siap?

Tentu pertanyaan diatas tidak bisa dijawab dengan kata-kata, tetapi harus lebih intensif lagi dalam menjalani latihan termasuk persiapan sarana olahraga yang memadai.
Dengan materi pemain yang tidak berbeda dengan pemain sekolah lain, sebenarnya SMANSAFAT bisa memenangkan pertandingan. Tetapi faktanya kalah lagi.
Kesimpulan perjuangan belum usai, kekalahan bukanlah akhir segalanya, tetapi kekalahan merupakan awal dari kemenangan yang tertunda, yang harus diperjuagan dengan semangat tinggi dan sangat perlu di refleksi kembali.

Nama-nama pemain SMANSAFAT FC Tahun 2018

1. Kristofel (gelandang/kapten tim)
2. Angki (back)
3. Irvan (back)
5. Sua (back)
6. Aldo (back)
7. Efron (gelandang tengah)
8. Michael (tengah)
9. Jitro ( penyerang/delan)
10. Yano ( penyerang/delan)
11. Arfandi ( tengah)
12. Deni (kiper)
13. Son (kiper)
14. Quin (gelandang)
15. Akin( depan/penyerang)
16. Absalon (sayap kiri)
17. Ento (gelandang)
18. Yosua lakapu (penyerang/depan)
19. Candra (penyerang/depan)
20. Dev Mbura (gelandang)