Skip to main content

BUDAYAKAN SENI DALAM MENDIDIK

                                                                                                             .
Pengakuan pendidikan sebagai seni, tidak harus menggoyahkan pengakuan bahwa pendidikan dapat dipelajari secara ilmiah. Idealnya, pendidikan adalah aplikasi ilmu (ilmu pendidikan) tetapi sekaligus pula adalah seni. Manusia dapat merasakan semua perasaan dikarenakan didalam dirinya terkandung dorongan emosional yang merupakan situasi kejiwaan pada setiap manusia normal. Pengalaman hidup seseorang sangatlah mempengaruhi kehidupan orang lain dan mempengaruhi sisi emosional dan perasaannnya.Sebagai contoh perasaan sedih letih, lelah, gembira, iba kasihan, benci, cinta dan sebagainya.

Fungsi seni sendiri dalam  bidang pendidikan adalah seni sering dimanfaatkan oleh dunia pendidikan untuk membantu mempermudah penyampaian pesan, baik berupa gambar (visual) maupun suara (audio)atau keduanya. Jika dikaitkan dengan pendidikan, keberhasilan pendidikan terletak khususnya pada perubahan yang dialami terdidik. Tujuan pendidik bukanlah supaya pendidik mengalami perubahan, melainkan supaya  anak atau orang lain mengalami perkembangan kearah baik. Pada prinsipnya pendidikan memang  dapat dipelajari dari seni dan seni didik dapat dipelajari secara ilmiah dalam pendidikan.

Jika mendidik membutuhkan seni maka secara umum Mendidik dapat diartikan sebagai suatu usaha  untuk mengantarakan anak didik kearah kedewasaan baik secara jasmani maupun  rohani .Oleh karena itu “mendidik” dikatakan sebagai upaya  pembinaan pribadi. Sikap mental dan akhlak  anak didik.”mendidik” tidak sekedar  transfer of knowledge, tetapi juga  transfer of values.”mendidik diartikan secara utuh, baik matra   kognitif, psikomotorik maupun afektif, agar yang terdidik tumbuh sebagai manusia yang berpribadi dan berkarakter positif.
Menurut Ki Hajar Dewantara, seni adalah keindahan sehingga dapat menggerakan perasaan  indah  orang yang melihatnya. Oleh karena itu, perbuatan manusia  yang dapat mempengaruhi dapat  menimbulkan perasaan indah itu seni.sedangkan menurut Ahmad Karta Miharja, seni adalah kegiatan rohani yang merefleksikan realitas dalam suatu karya yang berbentuk dan isinya dapat mebangkitkan pengalaman tertentu dalam rohani penerimanya. Dengan demiakian, seni adalah kegiatan manusia dalam hal penciptaan karya visual,auditori, atau pertunjukan yang mengekspresikan imajinasi atau kemampuan  teknis pencipta dengan tujuan untuk diapresiasi keindahannya atau kekuatan  emosinya.               
Pendidikan  sendiri adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi  dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kepribadian,kecerdasan, akhlak mulia,serta keterampilan  yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Sehingga dengan sendirinya Pendidikan (mendidik) dapat dipelajari melalui ilmu pendidikan, namun demikian pendidikan praktek pendidikan atau mendidik. juga adalah seni.Alasannya bahwa praktek pendidikan melibatkan  perasaan dan nilai yang sebenarnya diluar daerah ilmu (ilmu yang berparadigma positivisme), sehubungan dengan itu, Gilbert Highet (1954), mengibaratkan praktek pendidikan sebagaimana orang melukis sesuatu,mengarang lagu, menata  sebuah taman bunga, atau menulis surat untuk sahabat. Selain itu, Pendidikan sebagai seni terbukti karena pendidikan merupakan suatu kegiatan yang melibatkan  aspek kreativitas, improvisasi, dan hati sanubari dan bukan hanya menghibur. Dengan demikian pendidik memerlukan seni dalam rangka memahami dan mempersiapkan praktik pendidikan serta harus kreatif, menghayati dan improvisasi ilmu itu sendiri saat diterapkan..

Seni sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia memang selalu berkembang diberbagai aspek yang melingkupinya baik aspek-aspek di dalam seni itu sendiri maupun dalam pendidikan seni yang merupakan upaya sadar mewariskan nilai-nilai  dari generasi ke generasi, sehingga dengan sendirinya seni adalah sebuah disiplin ilmu yang unik karena dapat menyentuh  ranah kognitif, efektif sekaligus psikomotorik  dalam diri peserta didik dan hal ini tidak dapat kita temui dalam disiplin ilmu-ilmu yang diajarkan melainkan dapat kita dapati dalam seni.

Awal yang baik pendidikan dini adalah setengah perjalanan hidup dimasa depan apalagi berdasarkan seni.dengan demikian  Jika seni bukan hanya  untuk membina anak-anak menjadi seniman ,melainkan  untuk mendidik anak  menjadi kreatif sehingga dapat dikatakan bahwa  seni dapat digunakan sebagi  alat pendidikan. Pendekatan seni dalam pendidikan adalah bentuk pendidikan sebagai upaya pewarisan dan sekaligus  pengembangan  atas beragam seni. Pengakuan pendidikan sebagai seni, tidak harus menggoyahkan pengakuan bahwa pendidikan dapat dipelajari secara ilmiah, Pendidikan bukan hanya sebagai ilmu, namun juga sebagai seni. Pendidikan sebagai seni terbukti karena pendidikan merupakan suatu kegiatan yang melibatkan  aspek kreativitas, mprovisasi, dan hati sanubari dan bukan hanya menghibur. Dengan demikian pendidik memerlukan seni dalam rangka memahami dan mempersiapkan praktik pendidikan serta harus kreatif, menghayati dan improvisasi ilmu itu sendiri saat diterapkan agar dapat menciptakan  pengetahuan yang bertambah dan perlu ditiru.

Jika pendidikan adalah seni dan sama-sama mencakup ranah kognitif, efektif sekaligus psikomotorik  maka Mendidik adalah mengajak memotivasi, mendukung, membantu,menginspirasi peserta didik ataupun orang lain untuk melakukan  tindakan positif yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain (lingkungan). Mendidik juga adalah proses membuat tunas berkembang baik dan menjadi besar Karenanya mengawali pendidikan anak dengan proses yang benar adalah awal perjalanan dalam seni

Semua yang dilahirkan di dunia ini, tak ada satupun yang sama,  sekalipun itu kembar. Begitulah  kebesaran Allah, dari manusia yang pertama hingga sekarang tak ada manusia yang sama identik, Mirip mungkin, tapi sama tak akan pernah ada. Perbedaan itulah yang membuat orang tua maupun pendidik harus memahami karakter setiap anak. Itulah mengapa pada saat  mendidik kita membutuhkan seni. Seni sangat dibutuhkan dalam mendidik karena pada saat medidik kita tidak boleh kaku, kita harus ekspresif, fleksibel. Tidak bisa melihat  dari satu sudut pandang  untuk menghasilkan karya seni yang bagus, begitu pula dalam mendidik anak. Kita tidak bisa dan tidak boleh hanya berpaku pada satu metode saja. Untuk mendidik anak, butuh “stok” metode yang cukup agar kita bisa lebih memahami  karakter anak dan bukan hanya mengajarinya tentang pengetahuan namun  dapat membangun makna yang membentuk karakter melalui seni.

Jika Pendidikan bukan hanya sebagai ilmu, tetapi  juga sebagai seni dan seni pada mulanya adalah proses  makna untuk menghasilkan arti maka Seni pada dasarnya memiliki tujuan sebagai penyampaian komunikasi, baik berupa gambar kegiatan yang dilakukan manusia yang menggambarkan kehidupan manusia, maupun yang lainnya. Sehingga, seni dapat digunakan dalam pendidikan atau malah pendidikan dapat dikatakan seni.untuk mendidik atau memanusiakan manusia menjadi manusia bukan hanya ilmu yang kita harus miliki melainakan bagaimana kita  menerapkannya didikan itu sendiri  melalui seni dan sekaligus membudayakan seni dalam proses pendidikan (mendidik) agar tercipta dan terlaksana tiga ranah dengan baik, sehingga kita bukan saja mendidik dan memberikan pengetahuan melainkan kita juga dapat menciptakan pendidik yang berkarakter sesuai dengan nilai-nilai yang diajarakan serta berdasarkan  dengan tuntutan  kurikulum 2013.

                                                           
                                                                                                                                                    
               
Guru SMA NEGERI 1 Fatuleu                                                                                                                                                                                                                           

Comments

Popular posts from this blog

Pelantikan Pengurus Osis dan Pengurus MPK SMA NEGERI 1 FATULEU Tahun 2018

Oelmasi-wartaloha. com. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Fatuleu Telah melantik Pengurus Osis periode 2018-2019. Pelantikan berlansung pada hari Senin, 24 September 2018, dilapangan SMA Negeri 1 Fatuleu. 
Upacara pelantikan dibuka oleh kepala sekolah SMA N 1 Fatuleu, dalam sambutannya, Drs. Ambrosius Pan menyatakan,  "Osis merupakan organisasi yang ada di sekolah ini, sehingga saya berharap badan pengurus Osis yang baru bisa menjalankan tugas dengan baik secara kronologis dan sinkron dengan semua program yang ada di sekolah dan juga program Osis harus bisa membawa perubahan bagi perkembangan sekolah kita dan ditularkan dengan baik. Pada kesempatan ini juga saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada  pengurus Osis yang lama yang telah melaksanakan tugas dengan baik, walaupun masih ada kekurangan dalam menjalankan tugas selama ini terutama berkaitan dengan eksistensi kita di tingkat propinsi", ujar Kepala Sekolah.
Pada kesempatan yang sama juga ketua Osis terpilih Emanuel Yudi…

Apakah Anda Belum Mahir Menjadi Pembina PRAMUKA?, Mungkin Ini solusinnya!

Kurikulum 2013 mewajibkan Kegiatan pramuka diseluruh sekolah di tanah air. Pramuka menjadi kegiatan ekstra kurikuler wajib yang harus dilaksanakan disetiap sekolah mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas/Madrasah bahkan sampai Perguruan tinggi, kebijakan tersebut tertuang dalam
Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961 berbunyi: bahwa Gerakan Pramuka sebagai kelanjutan dan Pembaharuan Gerakan Kecanduan Nasional serta bertanggungjawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang di topang oleh empat Pilar wawasan Kebangsaan, yaitu
1. Ideologi Pancasila
2. Undang-Udang Dasar 19945
3. Bhineka Tunggal Ika
4. Negara Kesatuan Republik Indonesia
Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka Menyelenggarakan Pendidikan kaum Muda Sebagai kaderisasi Kepemimpinan Masa depan bangsa dan negara.
Untuk memperjelas arah dan eksistensi Gerakan Pramuka di indonesia, maka dibentuk Undang-undang Gerakan Pramuka Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka adalah organisasi yang menyel…

Dinamika Pemilihan Ketua Osis SMA NEGERI 1 FATULEU Tahun 2018, Berlansung Alot, layaknya Pemilihan Umum

Oelmasi, wartaloha.com- SMA Negeri 1 Fatuleu telah memilih Ketua Osis yang baru, Jumat, 14 September tahun 2018, berlansung di Aula SMA NEGERI 1 FATULEU, mulai pukul 10.00 WIT hingga pukul 15.00 WIT.

Sejumlah pesertadidik serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, pembina Osis, Pembina Pramuka SMA NEGERI 1 FATULEU turut hadir dalam Rapat Umum Anggota  (RUA), untuk memilih Ketua Osis periode 2018/2019. Dalam Arahan Kepala Sekolah SMA NEGER1 1 FATULEU, Drs. Ambrosius Pan  mengatakan;

"Pesan saya, yang menjadi calon Ketua Osis harus prestasi secara akademik serta memiliki sikap dan prilaku yang baik dan saya juga mengucapkan terimakasih untuk Ketua Osis periode 2017/2018, yang telah melaksanakan tugas dengan baik".

OSIS merupakan organisasi tingkat sekolah yang tujuannya mengasah kemampuan dan bakat yang dimiliki siswa, sehingga menjadi siswa yang berkarakter dan mampu berorganisasi dengan baik. 
SMA Negeri 1 Fatuleu, melaksanakan pemil…