Skip to main content

Cobalah!!, Model-Model Pembelajaran Pendidikan Jasmani Oahraga dan Kesehatan

Model pembelajaran merupakan salah satu indikator  untuk menentukan apakah materi pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan perkembangan peserta didik. Setiap materi pembelajaran bisa diterapkan dengan model yang berbeda, jangan terpaku pada salah satu model pembelajaran. Model pembelajaran semestinya sesuai dengan karakteristik siswa dan perkembangan zaman. 

Pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa masih banyak guru menggunakan model pembelajaran yang kurang menarik minat siswa dan karateristik dari mata pelajaran yang guru embani disekolah.

Kompentesi mata pelajaran penjaskes yang mengutamakan pembelajaran yang berbasis praktek  tentunya menantang guru memilih model pembejaran yang menarik, sehingga pencapaian kompentesi siswa dalam menerima pembelajaran mencapai hasil yang baik. 

Beberapa model pembelajaran yang relevan dengan mata pelajaran, KD, karakteristik materi yaitu:

1. Discovery learning
Langkah-langkah pembelajaran discovery learning adalah sebagai berikut:
a. Stimulation (memberi stimulus)
Contohnya menyajikan berbagai permasalah dalam bentuk tabel, teks/cerita gambar/film untuk diamati oleh peserta didik secara berkelompok, baik melalui tayangan maupun lembar kerja

b. Problem statement (mengidentifikasi masalah)
Contohnya; peserta didik mengidentifikasi unsur- unsur yang disajikan dan membuat catatan berdasarkan hasil temuan berkaitan dengan masalah yang disajikan

C. Data collecting(mengumpulkan data) 
Contoh: Peserta didik mencari mengumpulkan data atau informasi berkaitan dengan permasalahan yang disajikan baik dari buku pendidikan jasmani maupun sumber lain

d. Data processing (mengolah data)
Contoh: peserta didik melakukan diskusi kelompok menyelesaikan masalah dan membuat kesimpulan sementara hasil kesepakatan kelompoknya

e. Verification (memverifikasi)
Contoh; membandingkan hasil diskusi antara kelompok melalui presentasi kelompok dan arahkan proses pembelajaran ke bentuk tanya jawab

f. Generalization/ menyimpulkan
Contoh; peserta didik menarik kesimpulan dari masalah yang diperoleh selama proses pembelajaran  dalam kompetensi dasar

2. Problem based learning/pembelajaran berbasis masalah
Langkah pembelajaran adalab sebagai berikut;
a. Mengorientasikan Masalah yang Akan disajikan
Peserta didik mengamati permasalahan tentang bagaimana cara yang efektif/benar melakukan gerakan macam-macam misalnya pada mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan rekreasi

b. Mengorganisasikan Kegiatan pembelajaran
Peserta didik membuat pertayaan mengenai informasi dari hasil pengamatan pada saat kegiatan berlansung

C. Membibing penyelidikan mandiri dan kelompok
Peserta didik mencari informasi yang mendukung melalui buku atau sumber lainya dan membuat kesimpulan untuk menguatkan dugaan yang dibuat. Peserta didik diminta mencari pertanyaan-pertanyaan berdasarkan soal-soal tersebut.

d. Menganalisis dan evaluasi proses pemecahan masalah
Peserta didik diminta menganalisis beberapa konsep permasalahan dan mempresentasikan di kelas. Guru membantu peserta didik melakukan refleksi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

3. Project based learning
Langkah-langkah pembelajaran adalah sebagai berikut;
a. Menyiapkan pertayaan atau penugasan proyek
Pertanyaan dapat mendorong peserta didik dalam melakukan suatu aktifitas/proyek misalnya berkaitan dengan konsep dalam KD-KI 4 disesuiakan dengan realitas dunia nyata

b. Mendesain perencanaan proyek
Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara peserta didik dengan guru. Dengan demikian diharapkan akan merasa memiliki atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang kegiatan, alat, dan bahan yang berguna untuk menyelesaikan proyek

C. Menyusun jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek
Peserta didik menyusun jadwal aktifitas dalam menyelesaikan proyek . Aktifitas pada tahap tersebut sebagai berikut:
1. Membuat time line untuk menyelesaikan proyek
2. Membuat deadline penyelesaikan proyek
3. Membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru
4. Membimbing peserta didik ketika menyimpang dari cara yang digunakan
5. Meminta peserta didik membuat penjelasan tentang pemilihan satu cara

d. Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek
Kegiatan monitoring perkembangan proyek merupakan kegiatan guru dan peserta didik. Guru bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktifitas peserta selama menyelesaikan proyek. Guru berperan menjadi mentor bagi aktifitas peserta didik. agar mempermudah proses monitoring di sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting. Kemudian peserta didik melakukan pengecekan atas kerja mereka sendiri. Sesuai dengan tahap perkembangan proyeknya, sehingga memungkinkan mereka untuk terus melakukan perbaikan dan akhirnya diperoleh suatu proyek yang sudah sesuai dengan kriteria penugasan.

e. Menguji hasil
Pengujian hasil dapat dilakukan melalui presentasi atau penyajian proyek. Pad kegiatan ini, guru dapat mengukur ketercapaian kompetensi peserta didiknya, dan peserta didik dapat melihat dimana kekurangan dan kelebihan proyek yang mereka hasilkan berdasarkan masukan dari peserta didik dan masukkan dari guru
d. Mengevaluasi kegiatan/pembelajaran
Pada akhirnya proses pembelajaran peserta didik dan guru melakukan refleksi terhadap aktifitas dan hasil proyek yang sudah dilakukan. Proses refleksi di lakukan secara individu atau secara berkelompok.

4. Model pembelajaran inkuiri
Langkah-langkah pembelajaran adalah sebagai berikut;
a. Mengamati berbagai kejadian yang memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik berupa fakta atau fenomena

b. Mengajukan pertayaan tentang kejadian yang dihadapi untuk melatih peserta didik mengeksplorasi fenomena melalui berbagai sumber

c. Mengajukan dugaan atau kemungkinaan jawaban dapat melatih peserta didik dapat mengasosiasikan dan melakukan penalaran terhadap kemungkinan jawaban dari pertanyaan yang diajukan 

d. Mengumpulkan data yang terkait dengan dugaan dari pertayaan yang diajukan, sehingga peserta didik dapat memprediksi dugaan yang paling tepat sebagai Dasar untuk memutuskan suatu kesimpulan

e. Merumuskan masalah berdasarkan data yang telah diperoleh atau telah dianalisis  serta mempresentasi hasil temuan

Demikian sekilas tentang model pembelajaran yang bisa diterapkan sesuai perkembagan peserta didik dan kompetensi pelajaran. Dengan perubahan kurikulum saat ini, dimana kurikulum 2013 memprioritaskan pembelajaran berkarakter, maka solusinya guru harus pandai melihat situasi serta mencatumkan PPK dalam pembelajaran. Perlu diketahui model pembejaran saintfic bukanlah model pembelajaran yang baku, tetapi masih banyak model pembelajaran yang lainya.

Comments

Popular posts from this blog

Pelantikan Pengurus Osis dan Pengurus MPK SMA NEGERI 1 FATULEU Tahun 2018

Oelmasi-wartaloha. com. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Fatuleu Telah melantik Pengurus Osis periode 2018-2019. Pelantikan berlansung pada hari Senin, 24 September 2018, dilapangan SMA Negeri 1 Fatuleu. 
Upacara pelantikan dibuka oleh kepala sekolah SMA N 1 Fatuleu, dalam sambutannya, Drs. Ambrosius Pan menyatakan,  "Osis merupakan organisasi yang ada di sekolah ini, sehingga saya berharap badan pengurus Osis yang baru bisa menjalankan tugas dengan baik secara kronologis dan sinkron dengan semua program yang ada di sekolah dan juga program Osis harus bisa membawa perubahan bagi perkembangan sekolah kita dan ditularkan dengan baik. Pada kesempatan ini juga saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada  pengurus Osis yang lama yang telah melaksanakan tugas dengan baik, walaupun masih ada kekurangan dalam menjalankan tugas selama ini terutama berkaitan dengan eksistensi kita di tingkat propinsi", ujar Kepala Sekolah.
Pada kesempatan yang sama juga ketua Osis terpilih Emanuel Yudi…

Apakah Anda Belum Mahir Menjadi Pembina PRAMUKA?, Mungkin Ini solusinnya!

Kurikulum 2013 mewajibkan Kegiatan pramuka diseluruh sekolah di tanah air. Pramuka menjadi kegiatan ekstra kurikuler wajib yang harus dilaksanakan disetiap sekolah mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas/Madrasah bahkan sampai Perguruan tinggi, kebijakan tersebut tertuang dalam
Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961 berbunyi: bahwa Gerakan Pramuka sebagai kelanjutan dan Pembaharuan Gerakan Kecanduan Nasional serta bertanggungjawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang di topang oleh empat Pilar wawasan Kebangsaan, yaitu
1. Ideologi Pancasila
2. Undang-Udang Dasar 19945
3. Bhineka Tunggal Ika
4. Negara Kesatuan Republik Indonesia
Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka Menyelenggarakan Pendidikan kaum Muda Sebagai kaderisasi Kepemimpinan Masa depan bangsa dan negara.
Untuk memperjelas arah dan eksistensi Gerakan Pramuka di indonesia, maka dibentuk Undang-undang Gerakan Pramuka Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka adalah organisasi yang menyel…

Dinamika Pemilihan Ketua Osis SMA NEGERI 1 FATULEU Tahun 2018, Berlansung Alot, layaknya Pemilihan Umum

Oelmasi, wartaloha.com- SMA Negeri 1 Fatuleu telah memilih Ketua Osis yang baru, Jumat, 14 September tahun 2018, berlansung di Aula SMA NEGERI 1 FATULEU, mulai pukul 10.00 WIT hingga pukul 15.00 WIT.

Sejumlah pesertadidik serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, pembina Osis, Pembina Pramuka SMA NEGERI 1 FATULEU turut hadir dalam Rapat Umum Anggota  (RUA), untuk memilih Ketua Osis periode 2018/2019. Dalam Arahan Kepala Sekolah SMA NEGER1 1 FATULEU, Drs. Ambrosius Pan  mengatakan;

"Pesan saya, yang menjadi calon Ketua Osis harus prestasi secara akademik serta memiliki sikap dan prilaku yang baik dan saya juga mengucapkan terimakasih untuk Ketua Osis periode 2017/2018, yang telah melaksanakan tugas dengan baik".

OSIS merupakan organisasi tingkat sekolah yang tujuannya mengasah kemampuan dan bakat yang dimiliki siswa, sehingga menjadi siswa yang berkarakter dan mampu berorganisasi dengan baik. 
SMA Negeri 1 Fatuleu, melaksanakan pemil…