MEDIA PENDIDIKAN BERWAWASAN CERDAS DAN BERBUDAYA

Selamat datang di wartaloha**Semoga Bermanfaat** Terimakasih Atas Kunjungan Anda** Dengan Membaca Anda Dapat Menguasai Dunia** Senang Berkerjasama dengan Anda**Kontak Redaksi Wartaloha, HP:085239228098, flafianusjeadun188@gmail.com

Sunday, 24 June 2018

Cobalah!!,  Model-Model Pembelajaran Pendidikan Jasmani Oahraga dan Kesehatan

Cobalah!!, Model-Model Pembelajaran Pendidikan Jasmani Oahraga dan Kesehatan

Model pembelajaran merupakan salah satu indikator  untuk menentukan apakah materi pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan perkembangan peserta didik. Setiap materi pembelajaran bisa diterapkan dengan model yang berbeda, jangan terpaku pada salah satu model pembelajaran. Model pembelajaran semestinya sesuai dengan karakteristik siswa dan perkembangan zaman. 

Pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa masih banyak guru menggunakan model pembelajaran yang kurang menarik minat siswa dan karateristik dari mata pelajaran yang guru embani disekolah.

Kompentesi mata pelajaran penjaskes yang mengutamakan pembelajaran yang berbasis praktek  tentunya menantang guru memilih model pembejaran yang menarik, sehingga pencapaian kompentesi siswa dalam menerima pembelajaran mencapai hasil yang baik. 

Beberapa model pembelajaran yang relevan dengan mata pelajaran, KD, karakteristik materi yaitu:

1. Discovery learning
Langkah-langkah pembelajaran discovery learning adalah sebagai berikut:
a. Stimulation (memberi stimulus)
Contohnya menyajikan berbagai permasalah dalam bentuk tabel, teks/cerita gambar/film untuk diamati oleh peserta didik secara berkelompok, baik melalui tayangan maupun lembar kerja

b. Problem statement (mengidentifikasi masalah)
Contohnya; peserta didik mengidentifikasi unsur- unsur yang disajikan dan membuat catatan berdasarkan hasil temuan berkaitan dengan masalah yang disajikan

C. Data collecting(mengumpulkan data) 
Contoh: Peserta didik mencari mengumpulkan data atau informasi berkaitan dengan permasalahan yang disajikan baik dari buku pendidikan jasmani maupun sumber lain

d. Data processing (mengolah data)
Contoh: peserta didik melakukan diskusi kelompok menyelesaikan masalah dan membuat kesimpulan sementara hasil kesepakatan kelompoknya

e. Verification (memverifikasi)
Contoh; membandingkan hasil diskusi antara kelompok melalui presentasi kelompok dan arahkan proses pembelajaran ke bentuk tanya jawab

f. Generalization/ menyimpulkan
Contoh; peserta didik menarik kesimpulan dari masalah yang diperoleh selama proses pembelajaran  dalam kompetensi dasar

2. Problem based learning/pembelajaran berbasis masalah
Langkah pembelajaran adalab sebagai berikut;
a. Mengorientasikan Masalah yang Akan disajikan
Peserta didik mengamati permasalahan tentang bagaimana cara yang efektif/benar melakukan gerakan macam-macam misalnya pada mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan rekreasi

b. Mengorganisasikan Kegiatan pembelajaran
Peserta didik membuat pertayaan mengenai informasi dari hasil pengamatan pada saat kegiatan berlansung

C. Membibing penyelidikan mandiri dan kelompok
Peserta didik mencari informasi yang mendukung melalui buku atau sumber lainya dan membuat kesimpulan untuk menguatkan dugaan yang dibuat. Peserta didik diminta mencari pertanyaan-pertanyaan berdasarkan soal-soal tersebut.

d. Menganalisis dan evaluasi proses pemecahan masalah
Peserta didik diminta menganalisis beberapa konsep permasalahan dan mempresentasikan di kelas. Guru membantu peserta didik melakukan refleksi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

3. Project based learning
Langkah-langkah pembelajaran adalah sebagai berikut;
a. Menyiapkan pertayaan atau penugasan proyek
Pertanyaan dapat mendorong peserta didik dalam melakukan suatu aktifitas/proyek misalnya berkaitan dengan konsep dalam KD-KI 4 disesuiakan dengan realitas dunia nyata

b. Mendesain perencanaan proyek
Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara peserta didik dengan guru. Dengan demikian diharapkan akan merasa memiliki atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang kegiatan, alat, dan bahan yang berguna untuk menyelesaikan proyek

C. Menyusun jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek
Peserta didik menyusun jadwal aktifitas dalam menyelesaikan proyek . Aktifitas pada tahap tersebut sebagai berikut:
1. Membuat time line untuk menyelesaikan proyek
2. Membuat deadline penyelesaikan proyek
3. Membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru
4. Membimbing peserta didik ketika menyimpang dari cara yang digunakan
5. Meminta peserta didik membuat penjelasan tentang pemilihan satu cara

d. Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek
Kegiatan monitoring perkembangan proyek merupakan kegiatan guru dan peserta didik. Guru bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktifitas peserta selama menyelesaikan proyek. Guru berperan menjadi mentor bagi aktifitas peserta didik. agar mempermudah proses monitoring di sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting. Kemudian peserta didik melakukan pengecekan atas kerja mereka sendiri. Sesuai dengan tahap perkembangan proyeknya, sehingga memungkinkan mereka untuk terus melakukan perbaikan dan akhirnya diperoleh suatu proyek yang sudah sesuai dengan kriteria penugasan.

e. Menguji hasil
Pengujian hasil dapat dilakukan melalui presentasi atau penyajian proyek. Pad kegiatan ini, guru dapat mengukur ketercapaian kompetensi peserta didiknya, dan peserta didik dapat melihat dimana kekurangan dan kelebihan proyek yang mereka hasilkan berdasarkan masukan dari peserta didik dan masukkan dari guru
d. Mengevaluasi kegiatan/pembelajaran
Pada akhirnya proses pembelajaran peserta didik dan guru melakukan refleksi terhadap aktifitas dan hasil proyek yang sudah dilakukan. Proses refleksi di lakukan secara individu atau secara berkelompok.

4. Model pembelajaran inkuiri
Langkah-langkah pembelajaran adalah sebagai berikut;
a. Mengamati berbagai kejadian yang memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik berupa fakta atau fenomena

b. Mengajukan pertayaan tentang kejadian yang dihadapi untuk melatih peserta didik mengeksplorasi fenomena melalui berbagai sumber

c. Mengajukan dugaan atau kemungkinaan jawaban dapat melatih peserta didik dapat mengasosiasikan dan melakukan penalaran terhadap kemungkinan jawaban dari pertanyaan yang diajukan 

d. Mengumpulkan data yang terkait dengan dugaan dari pertayaan yang diajukan, sehingga peserta didik dapat memprediksi dugaan yang paling tepat sebagai Dasar untuk memutuskan suatu kesimpulan

e. Merumuskan masalah berdasarkan data yang telah diperoleh atau telah dianalisis  serta mempresentasi hasil temuan

Demikian sekilas tentang model pembelajaran yang bisa diterapkan sesuai perkembagan peserta didik dan kompetensi pelajaran. Dengan perubahan kurikulum saat ini, dimana kurikulum 2013 memprioritaskan pembelajaran berkarakter, maka solusinya guru harus pandai melihat situasi serta mencatumkan PPK dalam pembelajaran. Perlu diketahui model pembejaran saintfic bukanlah model pembelajaran yang baku, tetapi masih banyak model pembelajaran yang lainya.